
Tank Israel dan bahan peledak Hizbullah diduga tewaskan 3 penjaga perdamaian RI di Lebanon

Upacara pelepasan dan penghormatan jenazah tiga personel penjaga perdamaian Indonesia di Bandara Internasional Rafic Hariri di Beirut, Lebanon, pada 2 April 2026. (Kementerian Luar Negeri RI)
Tembakan tank Israel dan bahan peledak Hizbullah kemungkinan menjadi penyebab tewasnya tiga pasukan penjaga perdamaian asal Indonesia di Lebanon.
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Temuan awal mengindikasikan bahwa tembakan tank Israel dan bahan peledak Hizbullah kemungkinan menjadi penyebab tewasnya tiga pasukan penjaga perdamaian asal Indonesia di Lebanon pekan lalu, kata seorang juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (7/4).
Pasukan Sementara PBB di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL) telah membagikan temuan awal penyelidikannya kepada pemerintah Indonesia, Israel, dan Lebanon, kata Stephane Dujarric, juru bicara (jubir) utama Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres.
Dia mengungkapkan ini merupakan temuan awal, berdasarkan bukti fisik awal, seraya menambahkan bahwa investigasi menyeluruh PBB masih berlanjut.
"Insiden-insiden ini tidak dapat diterima," ujarnya. "Kami telah meminta kepada pihak-pihak terkait agar kasus-kasus tersebut diselidiki dan diproses oleh otoritas nasional guna menyeret para pelaku ke meja hijau serta memastikan pertanggungjawaban pidana atas kejahatan terhadap pasukan penjaga perdamaian. Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang menurut hukum internasional."
Jubir tersebut mengatakan semua pihak harus memenuhi kewajiban mereka untuk menjamin keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian setiap saat. Hak untuk tidak diganggu gugat (inviolability) fasilitas PBB harus dihormati.
UNIFIL memberikan penghormatan atas jasa dan pengabdian para pasukan penjaga perdamaian yang gugur, dalam sebuah upacara pada 2 April di Bandar Udara Internasional Rafik Hariri, Beirut, sebelum jenazah mereka dipulangkan.
Ketiga pasukan penjaga perdamaian tersebut dianugerahi medali anumerta sebagai pengakuan atas dedikasi mereka dalam misi UNIFIL di Lebanon selatan.
Sekjen PBB sebelumnya mengutuk pembunuhan tersebut, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga pasukan penjaga perdamaian yang gugur serta pemerintah Republik Indonesia (RI), sekaligus menyampaikan apresiasi atas keberanian dan pengabdian seluruh personel yang bertugas di UNIFIL, baik pria maupun wanita.
Dewan Keamanan PBB, yang memberi mandat kepada misi UNIFIL, juga mengutuk serangan tersebut dalam sebuah pernyataan, sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan Indonesia. Para anggota DK PBB menegaskan kembali dukungan penuh mereka untuk UNIFIL.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Menteri: Indonesia mainkan peran utama sebagai sumber energi baru terbarukan dunia
Indonesia
•
28 Oct 2021

Presiden ajak aksi nyata hadapi perubahan iklim di SMU PBB
Indonesia
•
24 Sep 2025

Indonesia serahkan estafet presidensi G20 ke India
Indonesia
•
16 Nov 2022

Merek mobil China sabet banyak penghargaan di IIMS Surabaya 2024
Indonesia
•
11 Jun 2024


Berita Terbaru

Indonesia dan Kamboja perangi penipuan daring global, ribuan pelaku telah ditindak
Indonesia
•
29 Jul 2026

Menaker: Dialog sosial jadi kunci penyelesaian isu ketenagakerjaan
Indonesia
•
29 Jul 2026

Indonesia–Korea Business Forum perkuat investasi energi hijau, teknologi strategis
Indonesia
•
29 Jul 2026

Bahaya! Batas aman planet global sudah terlampaui
Indonesia
•
29 Jul 2026
