
COVID-19 – WHO peringatkan pandemik "belum berakhir"

Tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin Sinovac COVID-19 pada seorang warga di sebuah sekolah yang dialihfungsikan menjadi pos vaksinasi di San Juan City, Filipina, pada 27 Juli 2021. (Xinhua/Rouelle Umali)
Subvarian baru Omicron XBB memicu lonjakan kasus di Singapura, sementara BA.5 masih menjadi varian yang dominan di Selandia Baru.
Manila, Filipina (Xinhua) – "Pandemi belum berakhir," kata seorang pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan pada Jumat (21/10), menambahkan bahwa kemunculan subvarian yang berkelanjutan "menimbulkan risiko kemunculan kembali (virus) dan membuat sistem kesehatan kewalahan."Babatunde Olowokure, Direktur Keamanan Kesehatan dan Kedaruratan untuk WHO di Pasifik Barat, mengatakan Singapura dan Selandia Baru mengalami lonjakan kasus COVID-19, sementara Filipina, Korea Selatan, Jepang, Mongolia, dan Vietnam menunjukkan penurunan jumlah kasus infeksi, rawat inap, dan kematian yang berkelanjutan sejak Agustus.Olowokure mengatakan pada konferensi pers bahwa sirkulasi subvarian COVID-19 Omicron XBB memicu lonjakan di Singapura, sementara BA.5 masih menjadi varian yang dominan di Selandia Baru."Singapura menerapkan kembali berbagai langkah keselamatan kesehatan masyarakat seperti membatasi pengunjung di rumah sakit dan panti jompo," katanya.Data WHO menunjukkan bahwa Wilayah Pasifik Barat melaporkan lebih dari 92 juta kasus COVID-19 terkonfirmasi, termasuk lebih dari 270.000 kematian sejak penyakit yang sangat menular dan mematikan itu muncul pada 2020.Dikatakan oleh Olowokure bahwa penurunan jumlah kasus di beberapa negara terjadi karena "cakupan vaksin yang relatif tinggi," namun dia mendesak masyarakat agar tetap waspada meski terdapat penurunan kasus yang dilaporkan secara regional dan global, menambahkan bahwa virus corona terus bersirkulasi di wilayah tersebut.Varian virus
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) Amerika Serikat (AS) sedang melacak dengan cermat berbagai subgaris keturunan (sublineage) Omicron, termasuk tiga yang baru-baru ini menarik perhatian, seperti disampaikan lembaga itu pada Jumat (21/10).Tiga subvarian baru tersebut adalah BQ.1, BQ.1.1, dan XBB. BQ.1 dan BQ.1.1 merupakan turunan dari subvarian BA.5, yang menjadi varian dominan di AS selama berbulan-bulan, menurut CDC.Data CDC menunjukkan bahwa BQ.1 dan BQ.1.1 tampaknya menyebar relatif cepat sejauh ini, tetapi masih dalam proporsi kecil dari keseluruhan varian.CDC juga tengah mengawasi XBB berdasarkan laporan internasional, meskipun masih sangat jarang ditemukan di AS.Banyak varian SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19, telah terlacak keberadaannya di AS dan secara global selama pandemik.
Sejumlah pejalan kaki berjalan melewati sebuah lokasi tes COVID-19 di Times Square di New York City, Amerika Serikat, pada 17 Mei 2022. (Xinhua/Wang Ying)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Arab Saudi bersiap jadi tuan rumah festival unta terbesar di dunia
Indonesia
•
09 Nov 2021

AS nyatakan cacar monyet sebagai kedaruratan kesehatan masyarakat
Indonesia
•
05 Aug 2022

Letusan gunung berapi terbesar dalam catatan sejarah terjadi di dekat Tonga
Indonesia
•
21 Nov 2022

Feature – Warga desa di tepi Sungai Kuning China sambut kehidupan baru
Indonesia
•
20 Apr 2024


Berita Terbaru

IOC bakal beri hibah Rp179 juta untuk setiap atlet Olimpiade, ini syaratnya
Indonesia
•
26 Jun 2026

Obesitas kini jadi 'musuh nomor satu' kesehatan Australia, hampir sepertiga orang dewasa terdampak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Museum Tekstil Jakarta rayakan hari jadi ke-50 dengan pameran Wastra Tradisional Klasik
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Tren makanan kukus dan rebus meningkat di Jakarta, warga urban mulai tinggalkan gorengan
Indonesia
•
23 Jun 2026
