
Eurostat sebut PDB zona euro stagnan pada Q4 2024

Foto yang diabadikan pada 29 Januari 2025 ini menunjukkan Gedung Berlaymont, kantor pusat Komisi Eropa, di Brussel, Belgia. (Xinhua/Meng Dingbo)
Stagnasi ekonomi di zona euro akan berlanjut hingga memasuki kuartal pertama (Q1) 2025, namun permintaan domestik diperkirakan akan memacu kembali pertumbuhan secara bertahap nanti pada tahun yang sama.
Brussel, Belgia (Xinhua/Indonesia Window) - Produk Domestik Bruto (PDB) zona euro stagnan pada kuartal keempat (Q4) 2024, tidak mengalami perubahan dari kuartal sebelumnya, menurut estimasi cepat yang dipublikasikan oleh Eurostat pada Kamis (30/1). Sementara itu, PDB di Uni Eropa (UE) mencatat kenaikan tipis 0,1 persen.Pada kuartal ketiga (Q3) 2024, zona euro dan UE membukukan pertumbuhan PDB sebesar 0,4 persen.Dalam basis tahunan, nilai PDB yang disesuaikan secara musiman naik 0,9 persen di zona euro, dan 1,1 persen di UE pada Q4 2024. Ini mengikuti laju pertumbuhan masing-masing sebesar 0,9 persen dan 1,0 persen pada kuartal sebelumnya.Estimasi awal pertumbuhan PDB tahunan pada 2024, yang didasarkan pada data triwulanan yang disesuaikan secara musiman dan kalender, menunjukkan peningkatan 0,7 persen di zona euro dan 0,8 persen di UE.Di antara negara-negara anggota, Portugal membukukan pertumbuhan kuartalan tertinggi yakni 1,5 persen pada Q4 2024, diikuti Lithuania di angka 0,9 persen dan Spanyol sebesar 0,8 persen.Selain itu, ekonomi Irlandia berkontraksi 1,3 persen, sementara ekonomi Jerman dan Prancis mencatat pertumbuhan negatif masing-masing sebesar minus 0,2 persen dan minus 0,1 persen pada Q4 2024.Laju pertumbuhan secara tahunan (year on year) di sembilan negara berada di level positif, dan level negatif tercatat di tiga negara."Pascaguncangan energi dan inflasi, kami kembali mencatat peningkatan pada awal tahun lalu, tetapi 2024 berakhir kembali dalam mode stagnasi," tutur Bert Colijn, kepala ekonom di ING.Faktor-faktor utama di balik stagnasi itu di antaranya melemahnya belanja konsumen akibat inflasi susulan, tingginya inventori di sektor manufaktur, ketidakpastian ekonomi, kenaikan suku bunga, dan lingkungan ekspor yang menantang."Singkatnya: pelemahan terjadi di sekitar kami, sementara ekonomi-ekonomi utama terus tumbuh," imbuh Colijn.
Foto yang diabadikan pada 30 Januari 2025 ini menunjukkan kantor pusat Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) di Frankfurt, Jerman. (Xinhua/Zhang Fan)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Pertamina gandeng perusahaan China bangun pabrik panel surya di Jawa Barat
Indonesia
•
24 Jun 2025

Inflasi Inggris sentuh 11,1 persen pada Oktober 2022, tertinggi dalam 41 tahun
Indonesia
•
23 Nov 2022

Feature – Krisis ekonomi melanda, warga Lebanon kesulitan belanja kebutuhan pokok selama Ramadhan
Indonesia
•
09 Mar 2025


Berita Terbaru

IMF proyeksikan ekonomi global tumbuh 3,1 persen pada 2026, AI jadi penopang
Indonesia
•
13 Oct 2026

OPEC pangkas proyeksi minyak 2026 dari 400.000 menjadi 200.000 barel per hari
Indonesia
•
14 Oct 2026

IMF peringatkan harga energi tetap tinggi, minyak diproyeksi bertahan di level 100 dolar AS hingga 2027
Indonesia
•
08 Oct 2026

Investasi AI dongkrak ekonomi ASEAN+3, proyeksi pertumbuhan 2027 naik jadi 4,1 persen
Indonesia
•
07 Oct 2026
