
Presiden ICRC puji peran China dalam tegakkan hukum humaniter internasional di Gaza

Pasokan bantuan kemanusiaan bagi Gaza yang didonasikan oleh pemerintah China menunggu untuk dimuat di Kairo, Mesir, pada 27 November 2023. (Xinhua/Sui Xiankai)
Situasi kemanusiaan di Gaza kian memburuk dan memilukan, tidak ada cukup obat-obatan, tidak ada cukup ahli bedah untuk melakukan operasi, dan tidak ada cukup ruang operasi.
Jenewa, Swiss (Xinhua) – Di tengah meningkatnya krisis kemanusiaan di Gaza, Mirjana Spoljaric Egger, selaku presiden Komite Palang Merah Internasional (International Committee of the Red Cross/ICRC), memuji dukungan China dalam menegakkan hukum humaniter internasional.Dalam sebuah wawancara eksklusif baru-baru ini dengan Xinhua, Spoljaric menguraikan situasi mengerikan yang dia saksikan dalam kunjungannya ke Gaza selatan pekan lalu serta meminta semua pihak yang terlibat konflik agar meredakan situasi dan menghormati hukum humaniter internasional sehingga penderitaan warga sipil dapat diminimalkan dan dihindari.Situasi kemanusiaan di Gaza kian memburuk, kata Spoljaric. "Apa yang saya lihat di Gaza adalah situasi kemanusiaan yang memilukan. Keadaan makin sulit, jika tidak bisa disebut mustahil, bagi penduduk sipil untuk bisa selamat.""Tidak ada cukup obat-obatan. Tidak ada cukup ahli bedah untuk melakukan operasi, dan tidak ada cukup ruang operasi," tutur Spoljaric. "Situasinya makin memburuk dalam beberapa hari terakhir dan terus memburuk seiring dengan berlanjutnya situasi saat ini."Spoljaric menyoroti tantangan berat yang dihadapi oleh pekerja kemanusiaan di Gaza. Dia mengutip ketidakamanan dan akses yang tidak memadai terhadap sumber daya esensial, seperti listrik dan air, sebagai hambatan besar bagi operasi bantuan."Lingkungan operasional di Gaza sangat kompleks dan sulit. Demi alasan keamanan, peluang kami untuk menjangkau orang-orang yang benar-benar membutuhkan bantuan makin kecil dan makin kecil. Selain itu, kami masih sulit memindahkan bantuan material dan barang yang dibutuhkan untuk masuk ke Gaza," katanya."Kami harus mengirimkan bahan bakar ke Gaza secara rutin untuk mengoperasikan generator, terutama di rumah sakit. Karena tanpa listrik, rumah sakit tidak bisa terus beroperasi dan akan kolaps," imbuhnya.
Sebagai presiden bergilir Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk bulan November, China menggelar pertemuan tingkat tinggi Dewan Keamanan mengenai masalah Palestina-Israel pada 29 November 2023. (Xinhua/Li Rui)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Museum Istana di Beijing integrasikan budaya China dan IPTEK
Indonesia
•
28 Feb 2023

Rumah sakit Inggris gunakan pasien holografik untuk latih dokter masa depan
Indonesia
•
02 Jul 2022

China berinvestasi besar dalam urusan warisan budaya Tibet
Indonesia
•
11 Oct 2023

Gempa tewaskan 2.053 orang di Afghanistan, pejabat minta bantuan
Indonesia
•
09 Oct 2023


Berita Terbaru

Surat dari Timur Tengah: Tanah Air dirampas, Tatreez menjaga ingatan Palestina tetap hidup
Indonesia
•
08 Sep 2026

2.500 lebih personel penyelamat dikerahkan ke pelabuhan Gyirong yang dilanda tanah longsor di Xizang China
Indonesia
•
07 Sep 2026

China perkuat respons bencana Nepal dengan data satelit dan bantuan kemanusiaan
Indonesia
•
06 Sep 2026

Dari pertukaran berita hingga jurnalis, Forum Shenzhen dorong kolaborasi media
Indonesia
•
06 Sep 2026
