
Putin sebut Rusia sedang tingkatkan kemampuan dalam pembangunan kapal pemecah es bertenaga nuklir

Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara dalam konferensi pers akhir tahunnya di Moskow, Rusia, pada 19 Desember 2025. (Xinhua/Hao Jianwei)
Kapal pemecah es Leader merupakan yang terkuat di dunia dari jenisnya dan sedang dibangun di bawah program kapal pemecah es Rossiya Rusia (Proyek 10510). Kapal ini dirancang untuk memecah es dengan ketebalan hingga 4,3 meter dan mengawal kapal-kapal melalui es dengan ketebalan hingga dua meter dengan kecepatan 11 knot.
Moskow, Rusia (Xinhua/Indonesia Window) – Rusia sedang memperkuat kemampuannya dalam membangun kapal pemecah es bertenaga nuklir, kata Presiden Rusia Vladimir Putin pada Jumat (23/1).
Putin mengatakan negaranya telah memimpin dalam eksplorasi Arktik selama puluhan tahun dan terus memperluas armada kapal pemecah esnya.
Saat ini Rusia memiliki 34 kapal pemecah es bertenaga diesel, delapan kapal pemecah es nuklir yang aktif beroperasi, dan masih banyak lagi kapal yang sedang dalam tahap konstruksi, tambahnya.
Dikatakan Putin bahwa kapal pemecah es bertenaga nuklir paling canggih di negara tersebut, Leader, saat ini sedang dibangun di galangan kapal Zvezda di Rusia Timur Jauh dan diperkirakan akan selesai pada 2030.
Menurut kantor berita TASS, kapal pemecah es Leader merupakan yang terkuat di dunia dari jenisnya dan sedang dibangun di bawah program kapal pemecah es Rossiya Rusia (Proyek 10510). Kapal ini dirancang untuk memecah es dengan ketebalan hingga 4,3 meter dan mengawal kapal-kapal melalui es dengan ketebalan hingga dua meter dengan kecepatan 11 knot.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Juni 2025 jadi bulan juni terpanas ketiga dalam sejarah dunia
Indonesia
•
10 Jul 2025

Greenland: Pulau es Raksasa yang menghadapi tantangan perubahan iklim
Indonesia
•
09 Mar 2025

Tim ilmuwan China pecahkan misteri es kristal kubik
Indonesia
•
01 Apr 2023

NASA tidak akan kirim astronot ke bulan sampai 2025
Indonesia
•
10 Nov 2021


Berita Terbaru

Peneliti di Australia kembangkan alat digital untuk deteksi efek samping serius imunoterapi kanker
Indonesia
•
18 Jun 2026

Bukan pemanis buatan! Gula langka rendah kalori ini berasal dari tebu dan bakteri
Indonesia
•
18 Jun 2026

Pecinta bawang bombai lebih jarang kena diabetes? Ini penjelasan ilmiahnya
Indonesia
•
18 Jun 2026

Tak ada sinyal? Warga Beijing kini bisa kirim SMS via satelit saat bencana
Indonesia
•
18 Jun 2026
