
Pesantren Kilat Ramadhan ajak kaum muda Bogor peduli lingkungan dan hargai makanan

Dosen Ekonomi Pembangunan Universitas Nusa Bangsa, Dr. Lalu Solihin, dalam wawancara khusus dengan Indonesia Window usai program pesantren kilat Ramadhan, di Bogor, Sabtu (15/3/2025). (Indonesia Window)
Program pesantren kilat Ramadhan 2025 mengangkat tema ‘Menuju Kesholihan Sosial: Aksi Anak Muda Mengurangi Dampak Perubahan Iklim dan Menguatkan Ketahanan Pangan’.
Bogor, Jawa Barat (Indonesia Window) – Sekitar 100 siswa pondok pesantren setingkat sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas, serta perguruan tinggi di Kota Bogor, mengikuti program pesantren kilat Ramadhan yang digagas secara kolaboratif oleh Komunitas Wartawan Jabodetabek, di Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/3).Program yang tahun ini telah digelar ke-14 kalinya tersebut mengangkat tema ‘Menuju Kesholihan Sosial: Aksi Anak Muda Mengurangi Dampak Perubahan Iklim dan Menguatkan Ketahanan Pangan’.“Tahun ini kami menyoroti masalah lingkungan karena ini adalah salah satu dari lima isu Bank Dunia, yakni perubahan iklim,” ujar Ketua Panitia Pesantren Kilat (sanlat) Ramadhan 1446 Hijriah, Dr. Lalu Solihin, dalam wawancara khusus dengan Indonesia Window usai acara tersebut, di Bogor, Sabtu (15/3).Lebih lanjut dia menguraikan, perubahan iklim dan masalah lingkungan akibat fenomena tersebut telah berdampak pada sektor ekonomi di seluruh dunia.“Perubahan iklim telah menyebabkan panas ekstrem, kebakaran hutan, juga gagal panen dan merusak tanaman pangan. Gagal panen berpotensi menyebabkan kelangkaan pangan, dan jika stok pangan berkurang atau terbatas, maka harga-harga barang akan naik, bahkan terjadi rebutan satu sama lain karena orang tidak mau menjual stok di tingkat global,” jelas dosen ekonomi pembangunan di Universitas Nusa Bangsa tersebut.Meskipun hal tersebut adalah masalah global, lanjut dia, aksi untuk mengatasinya dapat dilakukan di lingkungan kecil atau yang terdekat.“Setiap peserta sanlat mendapatkan satu bibit tanaman buah yang harus mereka tanam di rumah. Jika mereka tidak memiliki lahan, bisa di tanam di tempat umum. Kita berharap, empat tahun lagi tanaman tersebut akan menghasilkan buah yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Kalau pun tidak berbuah, pohon tersebut masih memiliki fungsi untuk menyerap air, sehingga membantu mencegah banjir di saat musim hujan,” terang Dr. Lalu.Dia menekankan, aksi tersebut merupakan tindakan kecil, namun bernilai jariyah (memberikan manfaat yang terus menerus dan berkelajutan).“Dengan menanam pohon, anak-anak muda ini juga akan memiliki peran di lingkungan, karena sebaik-baik manusia adalah yang berguna bagi orang lain,” Dr. Lalu menekankan.Kegiatan sanlat tersebut menghadirkan sejumlah narasumber yang berbagai informasi, ilmu, dan pengalaman mereka, serta berdiskusi dengan para peserta.
Sekitar 100 siswa pondok pesantren setingkat sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas, serta perguruan tinggi di Kota Bogor, mengikuti program pesantren kilat Ramadhan yang digagas secara kolaboratif oleh Komunitas Wartawan Jabodetabek, di Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/3/2025).<br />Program yang telah digelar ke-14 kalinya tersebut mengangkat tema ‘Menuju Kesholihan Sosial: Aksi Anak Muda Mengurangi Dampak Perubahan Iklim dan Menguatkan Ketahanan Pangan’. (Indonesia Window)
Salah satu peserta program pesantren kilat Ramadhan mengajukan pertanyaan kepada pembicara. Program pesantren kilat Ramadhan yang digagas secara kolaboratif oleh Komunitas Wartawan Jabodetabek tersebut digelar di Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/3/2025). (Indonesia Window)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

WHO luncurkan rencana strategis global untuk tanggulangi wabah mpox
Indonesia
•
28 Aug 2024

Afrika Selatan masih terus alami pemadaman listrik
Indonesia
•
23 Feb 2023

PBB ungkap lonjakan kasus malnutrisi anak di seluruh daerah yang dikuasai pemerintah Yaman
Indonesia
•
20 Aug 2024

Pria kulit hitam di AS kerap jadi korban pembunuhan polisi yang sedang tidak bertugas
Indonesia
•
14 Jun 2023


Berita Terbaru

IOC bakal beri hibah Rp179 juta untuk setiap atlet Olimpiade, ini syaratnya
Indonesia
•
26 Jun 2026

Obesitas kini jadi 'musuh nomor satu' kesehatan Australia, hampir sepertiga orang dewasa terdampak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Museum Tekstil Jakarta rayakan hari jadi ke-50 dengan pameran Wastra Tradisional Klasik
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Tren makanan kukus dan rebus meningkat di Jakarta, warga urban mulai tinggalkan gorengan
Indonesia
•
23 Jun 2026
