
Pezeshkian buka syarat damai dengan AS: Akhiri perang, cabut blokade, bebaskan aset Iran

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan pidato dalam peringatan 47 tahun Revolusi Islam 1979 di Teheran, Iran, pada 11 Februari 2026. (Xinhua/Shadati)
Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Rabu (19/8) mengatakan bahwa bernegosiasi dengan Amerika Serikat (AS) bukan berarti menyerah.
Dalam sebuah konferensi di Teheran, Pezeshkian menekankan perlunya mempertahankan integritas teritorial Iran, menurut pernyataan yang diunggah di situs jejaring kantor presiden.
"Dalam proses negosiasi, kami bergerak maju selangkah demi selangkah dengan kekuatan penuh sembari mempertahankan kebijaksanaan, martabat dan kemaslahatan," tutur Pezeshkian.
"Tujuan kami adalah mengakhiri perang, mencabut blokade (angkatan laut anti-Iran), membebaskan aset negara yang dibekukan, dan kemudian (mengadakan) pembicaraan nuklir," ujarnya.
Presiden AS Donald Trump dilaporkan telah menginstruksikan para utusan utama pemerintahannya untuk menghentikan pembicaraan dengan Iran pada Selasa (18/8), menurut laporan media setempat yang mengutip pernyataan seorang pejabat AS.
Pada Rabu, Trump mengumumkan "operasi ekonomi yang menghancurkan" terhadap Iran, beberapa jam setelah mengatakan bahwa situasi dengan Iran "sangat baik".
Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) mengenai penghentian perang di semua front pada 18 Juni.
Namun, masih belum jelas bagaimana pembicaraan akan berlanjut setelah periode negosiasi selama 60 hari berdasarkan MoU tersebut berakhir pada Senin (17/8) dan ketegangan antara kedua pihak meningkat bulan lalu.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

PM China bertemu dengan PM Pantai Gading
Indonesia
•
30 Mar 2023

China umumkan rangkaian kebijakan baru untuk fasilitasi perjalanan warganya ke luar negeri
Indonesia
•
01 May 2024

Senat AS gagal loloskan resolusi kewenangan perang untuk batasi operasi militer Trump di Iran
Indonesia
•
05 Mar 2026

COVID-19 – Lonjakan kasus kacaukan misi diplomatik Menlu AS
Indonesia
•
19 Dec 2021


Berita Terbaru

Telaah – Tiga tahun berlalu: Gaza hancur, 74.000 lebih tewas, mengapa perdamaian masih jauh?
Indonesia
•
08 Oct 2026

3 tahun berlalu, Israel masih memburu pelaku 7 Oktober: 2.000 orang disebut masih hidup
Indonesia
•
07 Oct 2026

Dari warisan apartheid hingga politik ras, ini sumber ketegangan AS–Afsel
Indonesia
•
07 Oct 2026

Pembongkaran bangunan di Yerusalem Timur catatkan rekor pengungsi terbanyak
Indonesia
•
07 Oct 2026
