
Pertemuan Tahunan WEF desak kerja sama di tengah ketidakpastian ekonomi global

Sejumlah orang melewati logo Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss, pada 14 Januari 2024. (Xinhua/Lian Yi)
Pertemuan Tahunan WEF ke-54 mengumpulkan para pemimpin dari seluruh dunia untuk berdialog selama sepekan dengan tujuan meningkatkan kerja sama dan memupuk kemitraan.
Davos, Swiss (Xinhua) – Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) pada Senin (15/1) menyerukan peningkatan kerja sama global guna memenuhi tuntutan ketidakpastian ekonomi.Lebih dari separuh kepala ekonom mengatakan dalam prediksi mereka untuk tahun ini, yang dirilis dalam Pertemuan Tahunan WEF ke-54, bahwa mereka memperkirakan melemahnya perekonomian global pada 2024. Sementara itu, tujuh dari 10 kepala ekonom menyebutkan bahwa laju fragmentasi geoekonomi akan mengalami percepatan."Ketidakpastian menjadi kata kunci bagi sebagian besar ekonomi di dunia, termasuk China. Sisi positifnya adalah China merupakan satu dari segelintir ekonomi besar di dunia yang tidak sedang berjuang melawan inflasi, tidak sedang berjuang melawan tingkat suku bunga yang sangat tinggi saat ini," tutur Saadia Zahidi, direktur pelaksana WEF.Dalam menghadapi eskalasi perpecahan dan ketidakpastian global, Pertemuan Tahunan WEF ke-54 mengumpulkan para pemimpin dari seluruh dunia untuk berdialog selama sepekan dengan tujuan meningkatkan kerja sama dan memupuk kemitraan.Mengusung tema ‘Membangun Kembali Kepercayaan’ (Rebuilding Trust), pertemuan tersebut berfokus pada empat prioritas, yakni mewujudkan keamanan dan kerja sama di dunia yang terpecah belah, menciptakan pertumbuhan dan lapangan kerja untuk era baru, memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sebagai kekuatan pendorong perekonomian dan masyarakat, serta merumuskan strategi jangka panjang terkait iklim, alam, dan energi.Klaus Schwab, pendiri sekaligus ketua eksekutif WEF, menggarisbawahi pentingnya membangun kembali kepercayaan di dunia yang terpecah belah dengan kesenjangan sosial yang semakin lebar. Schwab menekankan perlunya untuk bertindak melampaui manajemen krisis dan mengatasi akar permasalahan.
Foto yang diabadikan pada 14 Januari 2024 ini memperlihatkan pemandangan eksterior Congress Center untuk Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) 2024 di Davos, Swiss. (Xinhua/Lian Yi)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Tajuk Xinhua: China tingkatkan investasi dan perdagangan luar negeri sesuai kebijakan COVID-19 (Bagian 1 dari 2)
Indonesia
•
13 Dec 2022

Oracle laporkan hasil Q3 2026 yang kuat di tengah meningkatnya permintaan Cloud AI
Indonesia
•
11 Mar 2026

Pakistan akan kembangkan lima koridor ekonomi di bawah China-Pakistan Economic Corridor
Indonesia
•
14 Mar 2024

Perusahaan pertanian dan pangan rugi 150 miliar dolar AS akibat perubahan iklim
Indonesia
•
20 Sep 2022


Berita Terbaru

Embargo AS bikin Kuba rugi 142,7 triliun rupiah, dokter operasi dengan lampu ponsel
Indonesia
•
08 Sep 2026

Perang Iran bikin warga AS tekor 1.765 triliun rupiah, biaya terus naik 17,6 miliar rupiah tiap 2 menit
Indonesia
•
08 Sep 2026

Fokus Berita – 12 perusahaan energi Indonesia debut di Taiyuan, hampir 50 perusahaan China tertarik pasar RI
Indonesia
•
07 Sep 2026

Bukan lagi sekadar minyak, Timur Tengah kini genjot surya, baterai, jaringan listrik dan EV
Indonesia
•
06 Sep 2026
