
OPEC perkirakan permintaan minyak global tumbuh 2,2 persen pada 2024

Foto yang diabadikan pada 5 September 2022 ini menunjukkan kantor pusat Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) di Wina, Austria. (Xinhua/Wang Zhou)
Permintaan minyak global diperkirakan akan meningkat sebesar 2,25 juta barel per hari (bph) pada 2024, yang merupakan pertumbuhan tahunan sebesar 2,2 persen.
Wina, Austria (Xinhua) – Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) pada Kamis (13/7) memperkirakan permintaan minyak global akan meningkat sebesar 2,25 juta barel per hari (bph) pada 2024, yang merupakan pertumbuhan tahunan sebesar 2,2 persen. Hal tersebut sejalan dengan perkiraan bahwa "pertumbuhan ekonomi global yang solid di tengah berlanjutnya berbagai kemajuan di China" akan mendorong konsumsi minyak.Dalam laporan pasar minyak bulanan untuk Juli, OPEC memperkirakan permintaan minyak global mencapai 104,25 juta bph.OPEC sedikit merevisi naik proyeksinya untuk pertumbuhan permintaan minyak global tahun ini dari 2,35 juta bph menjadi 2,44 juta bph, "terutama karena permintaan yang lebih tinggi di China" pada kuartal kedua (Q2) 2023. Total permintaan rata-rata minyak dunia diproyeksikan akan menjadi 102 juta bph tahun ini.Dalam laporan tersebut, OPEC juga memperkirakan bahwa ekonomi dunia akan tumbuh sebesar 2,5 persen pada 2024, dengan mengatakan "negara-negara konsumen minyak utama, termasuk China dan India, bersama dengan beberapa negara berkembang lainnya di Asia, akan melanjutkan tingkat pertumbuhan yang sehat dan berkontribusi atas sekitar setengah dari pertumbuhan ekonomi global tahun depan."
Foto dari udara ini memperlihatkan mobil-mobil yang akan dimuat untuk diekspor di Pelabuhan Yantai, Provinsi Shandong, China timur, pada 9 Mei 2023. (Xinhua/Tang Ke)
Haitham Al Ghais, Sekretaris Jenderal Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC), berbicara dalam wawancara eksklusif dengan Xinhua di Wina, Austria, pada 5 Juli 2023. (Xinhua/He Canling)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Indonesia akan masuki pasar Eropa dengan komoditas energi hijau
Indonesia
•
17 Apr 2025

Data sebut perusahaan AS kurangi lebih banyak pekerja
Indonesia
•
20 Jun 2025

Ericsson dan Nokia hentikan operasi di Rusia secara bertahap hingga akhir tahun
Indonesia
•
30 Aug 2022

Danatara dan GEM kerja sama proyek smelter nikel 1,42 miliar dolar AS
Indonesia
•
29 Aug 2025


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
