
WWF serukan perjanjian global untuk akhiri polusi plastik

Seorang fotografer terlihat di bagian Sungai Njoro yang dipenuhi sampah plastik di Nakuru County, Kenya, pada 17 November 2022. (Xinhua/Sheikh Maina)
Perjanjian global polusi plastik bertujuan menghapus beberapa jenis dan produk plastik yang paling bermasalah dan berbahaya, menetapkan persyaratan bagi produk yang dirancang untuk digunakan kembali atau didaur ulang, dan menetapkan standar umum global untuk pengelolaan limbah.
Jenewa, Swiss (Xinhua) – "Ini merupakan kesempatan sekali dalam satu generasi bagi masyarakat global untuk bersatu dan menyepakati aturan serta regulasi yang diperlukan untuk memerangi polusi plastik di tingkat global," kata Eirik Lindebjerg, manajer kebijakan plastik global di World Wide Fund for Nature (WWF), saat berbicara tentang seruan WWF untuk perjanjian global guna mengakhiri polusi plastik.Sebuah survei daring yang dirilis oleh WWF International dan Plastic Free Foundation pada Rabu (23/11) menunjukkan bahwa dari 20.000 lebih responden di 34 negara, rata-rata tujuh dari 10 orang mendukung perjanjian global polusi plastik pertama dalam sejarah yang membuat aturan mengikat yang berlaku bagi semua negara."Ada mandat publik yang kuat, keinginan yang kuat, dari publik dan warga di seluruh dunia untuk benar-benar membuat aturan global tersebut melalui perjanjian ini," ujar Lindebjerg kepada Xinhua dalam sebuah wawancara via tautan video.Pernyataan itu disampaikan Lindebjerg saat sesi pertama Komite Negosiasi Antarpemerintah untuk mengembangkan instrumen tentang polusi plastik yang mengikat secara hukum internasional, termasuk di lingkungan laut, akan digelar di Uruguay pada 28 November hingga 2 Desember mendatang."Sekalipun nantinya tidak ada kesepakatan di Uruguay, itu akan tetap menjadi awal yang sangat penting dari proses selama dua tahun ini. Kami melihat di Nairobi tahun lalu pemerintah telah benar-benar siap dan berkomitmen untuk mengembangkan perjanjian tentang polusi plastik yang mengikat secara hukum," kata Lindebjerg menekankan.
Orang-orang berjalan melewati sebuah instalasi seni bertajuk "Matikan Keran Plastik!" (Turn Off The Plastic Tap) di luar Ripley's Aquarium of Canada di Toronto, Kanada, pada 7 Juni 2022. (Xinhua/Zou Zheng)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

PBB sebut China pimpin upaya perlindungan keanekaragaman hayati global
Indonesia
•
19 Dec 2022

Warga AS penderita Long COVID hadapi proses klaim asuransi disabilitas yang lama
Indonesia
•
28 Feb 2023

Feature – Operasi militer Israel hancurkan kamp Jabalia di Gaza
Indonesia
•
07 Jun 2024

Gelombang panas parah akan picu kebakaran hutan ekstrem di Victoria, Australia
Indonesia
•
22 Jan 2026


Berita Terbaru

UNESCO tambah 25 Warisan Dunia baru, tiga situs terdampak konflik ditetapkan lewat prosedur darurat
Indonesia
•
29 Jul 2026

Stok darah O di AS tinggal kurang dari sehari, Palang Merah umumkan krisis nasional
Indonesia
•
29 Jul 2026

Kali pertama dalam 42 tahun, populasi warga negara Jepang turun di bawah 120 juta
Indonesia
•
29 Jul 2026

Feature – Dari Sungai Cisadane, tradisi perahu naga terus mengayuh lintas generasi
Indonesia
•
27 Jul 2026
