
Laporan sebut senjata api sebab utama cedera di kalangan anak-anak dan remaja AS

Senjata api dipamerkan di Dallas Gun Show yang digelar di Parker, sebuah kota pinggiran Dallas di Texas, Amerika Serikat, pada 22 Januari 2022. (Xinhua/Lin Li)
Penyebab utama kasus cedera dan kematian akibat senjata api di kalangan anak-anak dan remaja Amerika Serikat adalah senjata api yang tidak disengaja sering kali disimpan dalam keadaan terisi peluru dan tidak dikunci, serta biasanya diambil dari nakas dan area kamar tidur lainnya di rumah.
Los Angeles, AS (Xinhua) – Senjata api menjadi salah satu penyebab utama dari kasus cedera di kalangan anak-anak dan remaja Amerika Serikat (AS), dan sekitar setengah dari jumlah kasus kematian akibat cedera yang tidak disengaja dengan senjata api di kalangan anak-anak dan remaja terjadi di rumah mereka sendiri, ungkap laporan baru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) AS.Cedera yang tidak disengaja merupakan salah satu penyebab utama bagi kematian di kalangan anak-anak dan remaja AS yang berusia kurang dari 17 tahun, sebut laporan yang dirilis pada Kamis (14/12) itu.Senjata api yang digunakan dalam kasus kematian akibat cedera yang tidak disengaja sering kali disimpan dalam keadaan terisi peluru dan tidak dikunci, serta biasanya diambil dari nakas dan area kamar tidur lainnya, urai laporan tersebut.Kematian akibat cedera yang tidak disengaja dengan senjata api sebenarnya dapat dicegah, kata laporan itu.Mengamankan senjata api merupakan perlindungan dari terjadinya kasus kematian akibat cedera yang tidak disengaja dengan senjata api di kalangan anak-anak dan remaja, yang menggarisbawahi pentingnya dorongan untuk menyimpan senjata api secara aman, lanjut laporan itu.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Bayi di sub-Sahara 10 kali lebih mungkin meninggal
Indonesia
•
20 Sep 2019

FAO tetapkan 24 Sistem Warisan Pertanian Penting Global baru
Indonesia
•
23 May 2023

Proyek aforestasi di Beijing tambah luas area hijau
Indonesia
•
03 Feb 2023

Jumlah orang di AS yang jalani perawatan kesehatan mental naik selama pandemik
Indonesia
•
09 Sep 2022


Berita Terbaru

Feature – Mengenal ‘catsitter’: Merawat kucing, menjaga kepercayaan
Indonesia
•
25 Sep 2026

Jepang makin tua, punya 36,24 juta lansia
Indonesia
•
21 Sep 2026

Feature – Paradoks media sosial di Indonesia: Buka jalan keadilan, juga picu perundungan
Indonesia
•
22 Sep 2026

Festival pertengahan musim gugur hadir di Batam, ratusan orang nikmati perpaduan budaya China-Indonesia
Indonesia
•
21 Sep 2026
