
Penjualan mobil merek China di Indonesia tembus 113.000 unit pada 2025

Geely Auto Indonesia meluncurkan mobil 'hybrid' pertamanya di Indonesia, Geely Starray EM-i, secara resmi dan mengumumkan harga jual Rp499 juta per unit di Tangerang, Provinsi Banten, pada 30 Oktober 2025. (Xinhua/Geely Auto Indonesia)
Penjualan grosir mobil-mobil China di Indonesia pada 2025 melonjak 105 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan BYD mencatatkan penjualan tertinggi yaitu 46.711 unit, disusul Wuling dan Chery dengan masing-masing 19.391 dan 18.651 unit.
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Penjualan grosir (wholesale) mobil merek China di Indonesia mencapai 113.258 unit sepanjang tahun lalu, menunjukkan peningkatan lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya berdasarkan data terbaru Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Pengamat menyebut capaian ini menunjukkan menguatnya penerimaan publik terhadap merek-merek China, yang didukung keunggulan teknologi dan jaminan keamanan.
Penjualan grosir mobil-mobil China pada 2025 melonjak 105 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan BYD mencatatkan penjualan tertinggi yaitu 46.711 unit, disusul Wuling dan Chery dengan masing-masing 19.391 dan 18.651 unit.
Tren ini mengindikasikan meningkatnya penerimaan masyarakat Indonesia terhadap merek-merek asal China meski sebagian besar dari mereka baru masuk ke Indonesia dua atau tiga tahun terakhir. Menurut pakar otomotif sekaligus akademisi di Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, salah satu keunggulan merek-merek ini adalah fitur teknologinya.
"Merek-merek ini menawarkan harga setara mobil berbahan bakar fosil (Internal Combustion Engine/ICE) kelas menengah dan bawah, tetapi memberikan produk dengan desain dan fitur yang biasanya hanya muncul di mobil segmen kelas atas, seperti layar besar, konektivitas digital, dan fitur ADAS. Dengan demikian, konsumen mendapatkan value for money yang tinggi," ujarnya kepada Xinhua.
Di samping itu, pabrikan China juga disebut berhasil menjawab keraguan konsumen domestik terkait keamanan kendaraan listrik dengan memperkenalkan sejumlah inovasi teknologi baterai. Hal ini turut didukung penawaran jaminan garansi kendaraan dan baterai yang bisa mengurangi kekhawatiran pelanggan.
Jaminan terhadap ketersediaan dan keterjangkauan layanan purnajual juga menjadi aspek penting. Yannes menyebut komitmen merek-merek China untuk melakukan lokalisasi produksi dan memperluas jaringan dealer semakin memperkuat kepercayaan publik.
Tidak sedikit dari merek tersebut bahkan sudah memulai perakitan lokal meski terbilang masih baru di pasar otomotif Indonesia. Misalnya Xpeng, yang meluncurkan mereknya di Indonesia pada Februari 2025 dan dalam waktu kurang dari lima bulan sudah resmi memulai perakitan lokal di Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pabrik ini juga menjadi yang pertama di luar China.
Namun, selain karena faktor-faktor tersebut, pertumbuhan pesat penjualan merek-merek China ini juga sejalan dengan semakin bertambah banyaknya merek baru yang berdatangan. Setidaknya terdapat tujuh merek baru yang meluncur ke Indonesia sepanjang tahun lalu, di antaranya Geely, Xpeng, Jaecoo, Denza, Changan, Honri, dan Lepas.
Pabrikan China ini masih mampu mencatatkan pertumbuhan tinggi saat kinerja industri otomotif nasional secara keseluruhan justru melemah. Penjualan grosir mobil nasional tahun lalu tercatat sebanyak 803.687, turun 7 persen dari tahun sebelumnya.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pasar keuangan Brasil naikkan tipis proyeksi pertumbuhan PDB 2024
Indonesia
•
28 Dec 2023

Minyak merosot dua persen saat ada harapan pasokan dari Venezuela
Indonesia
•
18 May 2022

Harga minyak naik, didukung ekspektasi OPEC+ naikkan produksi
Indonesia
•
04 Jun 2022

Terusan Suez uji coba jalur baru untuk tingkatkan lalu lintas pelayaran
Indonesia
•
31 Dec 2024


Berita Terbaru

Lepas L8 resmi meluncur di Indonesia, dibanderol Rp589 juta dengan Jarak tempuh hingga 1.300 km
Indonesia
•
28 Jul 2026

Malaysia tinggal selangkah lagi jadi negara berpenghasilan tinggi, ekonomi tumbuh 5,8 persen
Indonesia
•
28 Jul 2026

Indonesia raup 18,62 triliun rupiah dari Panda Bonds perdana, pasar keuangan China kian terbuka
Indonesia
•
28 Jul 2026

Ekonomi ASEAN+3 diproyeksikan tumbuh 4,1 persen pada 2026, didorong AI dan semikonduktor
Indonesia
•
28 Jul 2026
