
Tim ilmuwan tingkatkan sistem pembersihan alami otak untuk obati penyakit saraf

Foto yang diabadikan pada 29 Oktober 2021 ini menunjukkan para sukarelawan membantu pasien stroke berjalan dalam acara peringatan Hari Stroke Sedunia di Kampala, Uganda. (Xinhua/Nicholas Kajoba)
Pengobatan stroke iskemik dapat dilakukan dengan meningkatkan pembuangan limbah (zat sisa) beracun dari otak, tepat setelah stroke terjadi, ketika setiap detik sangat berarti.
Melbourne, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Sejumlah ilmuwan telah mengembangkan pendekatan baru berteknologi tinggi untuk mengobati stroke iskemik dengan meningkatkan pembuangan limbah (zat sisa) beracun dari otak."Sistem limfatik penguras otak" merupakan serangkaian jalur drainase yang membersihkan limbah dari otak, di mana disfungsi "jaringan pembersihan dan drainase" ini berkaitan dengan penyakit Alzheimer serta penyakit neurologis dan neurodegeneratif (neurological and neurodegenerative disease/NND) lainnya, menurut pernyataan media dari Universitas Monash Australia pada Selasa (2/12).Tim ilmuwan dari Universitas Monash dan Fakultas Kedokteran Yale di Amerika Serikat sedang mengembangkan perangkat noninvasif yang membantu pembuluh limfatik leher memompa dengan lebih efektif, sehingga meningkatkan pembersihan kelebihan cairan dan limbah berbahaya dari otak tepat setelah stroke terjadi, ketika setiap detik sangat berarti, menurut rilis pers tersebut.Pencitraan lanjutan pada 140 partisipan juga mengungkap perbedaan berbasis gender dalam jaringan limfatik otak, dengan wanita menunjukkan cakupan pembuluh darah yang lebih sedikit, yang berpotensi menjelaskan risiko lebih tinggi dan hasil lebih buruk yang mereka hadapi pada kondisi seperti stroke dan penyakit Alzheimer, papar pernyataan itu."Selama puluhan tahun, otak dianggap tidak memiliki sistem limfatik," ujar Profesor Natalie Trevaskis dari Institut Ilmu Farmasi Monash, pemimpin proyek tersebut dari Monash."Baru pada 2015, dua tim terpisah menemukan sistem limfatik pada lapisan luar otak yang mengangkut cairan dan produk limbah dari otak ke pembuluh limfatik pada leher," kata Trevaskis."Kini kami tahu bahwa sistem ini memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan otak. Dengan meningkatkan sistem pembersihan alami ini, kami berharap dapat mengubah cara pengobatan stroke iskemik dan NND lainnya," ujarnya.Tim tersebut berniat untuk mengembangkan teknologi pengobatan baru yang dapat membantu pemulihan yang lebih efektif dan mengurangi disabilitas jangka panjang dibanding prosedur pengeluaran gumpalan darah yang ada saat ini, imbuhnya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Rudal jelajah darat ke darat Turkiye lakukan uji terbang berdurasi panjang
Indonesia
•
20 Aug 2024

Robot bionik Jerman bersinar di ajang Konferensi Robot Dunia 2023
Indonesia
•
22 Aug 2023

China percepat pengembangan dua model roket ‘reusable’ besar
Indonesia
•
14 Mar 2024

China kembangkan wahana antariksa berawak baru dengan tujuh penumpang
Indonesia
•
13 Jun 2023


Berita Terbaru

Obat berbasis tembaga terbukti kurangi protein beracun Alzheimer, tingkatkan memori spasial
Indonesia
•
16 Jun 2026

China ciptakan ‘silikon termurni’ di dunia, berhasil produksi massal silikon-28 ultra murni
Indonesia
•
16 Jun 2026

Ilmuwan peringatkan karhutla bisa rusak permanen permafrost Bumi
Indonesia
•
13 Jun 2026

Makhluk laut ini menyerap karbon seperti hutan Amazon, rahasianya baru terungkap
Indonesia
•
12 Jun 2026
