Feature – Partisipan perayaan Tahun Baru di New York ucapkan selamat tinggal pada tahun polarisasi

Konfeti beterbangan saat perayaan Tahun Baru di Times Square di New York City, Amerika Serikat, pada 1 Januari 2025. (Xinhua/Li Rui)
Pemilihan kata polarisasi sebagai ‘word of 2024’ oleh kamus Amerika Serikat (AS) Merriam-Webster dengan mudah diamini oleh orang-orang yang merayakan Tahun Baru di Times Square. Pada saat mengucapkan selamat tinggal pada tahun 2024, mereka juga ingin mengucapkan selamat tinggal pada polarisasi.
New York City, AS (Xinhua/Indonesia Window) – Meski diguyur hujan, dibatasi oleh langkah-langkah pengetatan keamanan, dan menunggu selama berjam-jam, ratusan ribu orang yang bersuka ria memadati perayaan malam Tahun Baru di Times Square, acara yang telah rutin digelar selama seabad terakhir, pada Selasa (31/12) malam waktu setempat.Pemilihan kata polarisasi sebagai ‘word of 2024’ oleh kamus Amerika Serikat (AS) Merriam-Webster dengan mudah diamini oleh orang-orang yang merayakan Tahun Baru di Times Square. Pada saat mengucapkan selamat tinggal pada tahun 2024, mereka juga ingin mengucapkan selamat tinggal pada polarisasi.Polarisasi berarti jenis perpecahan yang sangat spesifik, ungkap Peter Sokolowski, editor umum Merriam-Webster."Polarisasi berarti bahwa kita cenderung ke arah ekstrem daripada ke tengah," kata Sokolowski.Secara khusus, berbagai serangan sengit dan perpecahan di sepanjang garis partisan dan ideologis dalam pemilihan presiden (pilpres) membuat para pemilih begitu terpecah belah.Jurang pemisah antara dua partai politik besar di AS terlihat jelas dalam wacana seputar ekonomi, kesehatan perempuan, dan imigrasi, sebut Yndira Marin, yang menjabat sebagai kepala operasional LLYC, sebuah perusahaan konsultan pemasaran dan urusan korporat global."Perpecahan politik saat ini telah meningkat menjadi kekuatan pemecah belah yang mengancam akan mengikis tatanan sosial (AS)," kata Marin dalam sebuah penelitian baru-baru ini.Perbedaan-perbedaan mengenai pemerintahan dan identitas nasional ini mengubah cara warga Amerika memandang tetangga mereka, lembaga-lembaga mereka, dan legitimasi proses yang demokratis, tambah Marin.
Sejumlah petugas polisi berjaga di sebuah persimpangan di Times Square di New York City, Amerika Serikat, pada 31 Desember 2024. (Xinhua/Liu Yanan)
Seorang petugas polisi berjaga di sebuah jalan di New York City, Amerika Serikat, pada 31 Desember 2024. (Xinhua/Liu Yanan)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – 80 negara maju biayai produksi vaksin global
Indonesia
•
26 Aug 2020

Feature – Aksi China dalam penanganan penyakit langka bangkitkan harapan di kalangan pasien
Indonesia
•
19 Jul 2024

Laporan sebut karhutla Los Angeles telan kerugian properti dan modal hingga 164 miliar dolar AS
Indonesia
•
07 Feb 2025

Dubes Wahid Supriyadi serahkan sumbangan buku untuk perpustakaan @M Institute
Indonesia
•
18 Jan 2024
Berita Terbaru

Feature – Kisah dua mahasiswa Indonesia jajal kereta cepat, nikmati liburan Festival Musim Semi di China
Indonesia
•
07 Feb 2026

Kegiatan budaya Imlek China digelar perdana di Kantor Pusat ASEAN
Indonesia
•
07 Feb 2026

Feature – Lansia di China nikmati masa pensiun dengan jadi ‘content creator’
Indonesia
•
05 Feb 2026

Perlintasan Rafah kembali dibuka, PBB harapkan lebih banyak negara terima pasien dari Gaza
Indonesia
•
03 Feb 2026
