
Kemenpar harapkan jumlah kunjungan wisatawan China ke Tanah Air naik signifikan

Foto yang diabadikan menggunakan 'drone' pada 24 Desember 2023 ini menunjukkan sebuah pemandangan di Bali. (Xinhua)
Pemerintah Indonesia mendorong penambahan rute penerbangan langsung dari China ke beberapa destinasi wisata, baik berupa penerbangan rutin maupun carter.
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia (RI) berharap jumlah kunjungan wisatawan China ke Indonesia dapat menebus angka 1,5 hingga 2 juta pada tahun ini, naik signifikan dari tahun lalu yang sukses membukukan hampir 1,2 juta meski relatif masih di bawah level tahun 2019.Tren peningkatan ini diharapkan berlanjut pada 2025 dengan menyiapkan sejumlah strategi, salah satunya melalui penambahan frekuensi penerbangan langsung dari China ke Indonesia."Penerbangan dari China ke Indonesia belum kembali normal atau masih sekitar 70 persen dari level 2019, inilah yang kini kita berupaya dorong," kata Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenpar RI Vinsensius Jemadu kepada Xinhua di Jakarta belum lama ini.Pemerintah Indonesia mendorong penambahan rute penerbangan langsung dari China ke beberapa destinasi wisata, baik berupa penerbangan rutin maupun carter. Terbaru, maskapai China, Lucky Air telah membuka penerbangan langsung dari Kunming ke Manado mulai 18 Februari 2025 dengan frekuensi tiga kali sepekan.Di samping itu, promosi pariwisata di pasar China akan terus ditingkatkan melalui kerja sama dengan media sosial, layanan pemesanan tiket penerbangan dan hotel, hingga agen perjalanan wisata. Pasar yang disasar pun kini diperluas, mencakup segmen free independent traveler (FIT) atau wisatawan yang berlibur tanpa paket tur, serta wisatawan dari daerah China bagian utara dan kelas menengah atas.Wisatawan China menyumbang 8,6 persen dari total kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia sepanjang tahun lalu, penyumbang terbesar keempat setelah Malaysia, Australia, dan Singapura. Mayoritas dari mereka masuk melalui Jakarta, Bali, dan Surabaya.Selain promosi pariwisata, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) menyebut pemerintah bisa meningkatkan daya saing wisata Indonesia di pasar China melalui kebijakan pembebasan visa, serta peningkatan kemampuan Bahasa Mandarin bagi pelaku wisata domestik.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Minyak anjlok 5 persen setelah IMF pangkas prospek pertumbuhan
Indonesia
•
20 Apr 2022

Bank Sentral Eropa naikkan suku bunga sebesar 25 bps
Indonesia
•
05 May 2023

Imbas tarif AS, ekspor mobil Korsel turun pada April 2025
Indonesia
•
20 May 2025

Bank sentral global fokus inflasi, perkirakan pertumbuhan berlanjut
Indonesia
•
11 Mar 2022


Berita Terbaru

Fokus Berita – Dari Bishkek hingga New Delhi, Xi Jinping dorong kerja sama Global South
Indonesia
•
12 Sep 2026

Harga minyak WTI tembus 100 dolar AS per barel, konflik Timur Tengah Memanas
Indonesia
•
12 Sep 2026

Feature – Warga Xinglong minum lebih dari 200 cangkir kopi setahun saat industri kopi China tembus 928 triliun rupiah
Indonesia
•
12 Sep 2026

El Nino ancam inflasi Indonesia, harga beras hingga jagung diprediksi melonjak
Indonesia
•
10 Sep 2026
