
Palem nyabah di ujung tanduk, BRIN amankan ‘cetak biru genetik’ untuk selamatkan warisan Bali

Palem nyabah (Pinanga arinasae), tanaman palem endemik Bali yang selama ini menyatu dengan kehidupan dan tradisi masyarakat, kini berada dalam ancaman kepunahan. (BRIN)
Palem nyabah (Pinanga arinasae), tanaman palem endemik Bali yang selama ini menyatu dengan kehidupan dan tradisi masyarakat, kini berada dalam ancaman kepunahan.
Bogor, Jawa Barat (Indonesia Window) – Palem nyabah (Pinanga arinasae), tanaman palem endemik Bali yang selama ini menyatu dengan kehidupan dan tradisi masyarakat, kini berada dalam ancaman kepunahan. Habitat alaminya yang sangat terbatas di kawasan dataran tinggi seperti Bedugul dan Jatiluwih membuat keberadaan spesies ini semakin rentan.
Peneliti Pusat Riset Botani Terapan (PRBT), Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan (ORHL), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arief Priyadi, menegaskan bahwa palem nyabah bukan sekadar tanaman hutan, melainkan bagian penting dari budaya Bali.
“Daunnya banyak dimanfaatkan sebagai bahan upacara adat Hindu. Selain itu, palem nyabah juga bernilai ekonomis karena bisa dijadikan tanaman hias, daunnya yang muda dapat dikonsumsi, dan buahnya digunakan sebagai pengganti pinang,” ujar Arief saat diwawancarai di Bali, Senin (26/1), dikutip dari situs jejaring BRIN.
Menyadari urgensi tersebut, BRIN mengambil langkah ilmiah strategis melalui teknologi genome sequencing atau pengurutan genom. Upaya ini dilakukan oleh Kelompok Riset Genetika Tumbuhan PRBT untuk mengungkap dan mengamankan seluruh informasi genetik palem nyabah sebagai dasar konservasi jangka panjang.
Menurut Arief, pengurutan genom merupakan proses membaca seluruh informasi genetik atau asam deoksiribonukleat (DNA) yang terdapat dalam organisme. Bagi palem nyabah, riset ini memiliki makna lebih dari sekadar kepentingan akademis.
“Ini adalah upaya mendesak untuk memahami fondasi biologis palem nyabah yang sebelumnya belum pernah diteliti secara menyeluruh,” jelasnya.
Proses pengurutan genom dilakukan dengan mengambil sampel daun segar. Data genetik yang dihasilkan kemudian dianotasi dan disimpan dalam repositori internasional GenBank di bawah National Center for Biotechnology Information (NCBI). Dengan demikian, informasi genetik palem nyabah dapat diakses oleh komunitas ilmiah global.
Data tersebut dapat diunduh dalam berbagai format standar seperti FASTA dan GenBank, sehingga memungkinkan peneliti lain melakukan analisis lanjutan atau perbandingan dengan spesies serupa. Langkah ini menjadikan palem nyabah bagian dari bank data digital global yang bersifat permanen.
“Jika suatu saat populasi palem nyabah di alam liar benar-benar terancam punah, cetak biru genetiknya tetap tersimpan sebagai referensi ilmiah untuk potensi reintroduksi di masa depan,” tambah Arief.
Senada dengan itu, periset PRBT Ni Putu Sri Asih mengungkapkan bahwa genom kloroplas Pinanga arinasae telah berhasil dikarakterisasi dan dibandingkan dengan spesies lain dalam subfamili Arecoideae. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam kajian filogenetika palem yang selama ini masih terbatas.
“Penanda molekuler yang dihasilkan tidak hanya hemat biaya, tetapi juga efektif untuk menilai keanekaragaman genetik, mendukung konservasi, dan pemanfaatan berkelanjutan,” jelas Asih.
Dia berharap, pembacaan lengkap informasi genetik palem nyabah dapat membuka peluang riset lanjutan sekaligus memperkuat upaya pelestarian tanaman khas Bali tersebut agar tetap lestari bagi generasi mendatang.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Arkeolog China temukan reruntuhan bangunan besar di kota kekaisaran kuno
Indonesia
•
23 Feb 2023

COVID-19 – Pfizer klaim kemanjuran pil lawan infeksi capai 89 persen
Indonesia
•
06 Nov 2021

Platform T-makers jembatani Selat Taiwan dengan inovasi dan peluang bisnis
Indonesia
•
18 Jun 2024

Inventarisasi gletser baru di China indikasikan penyusutan enam persen selama 10 tahun lebih
Indonesia
•
24 Mar 2025


Berita Terbaru

Perempuan lebih rentan mengalami demensia? Kasus baru capai 24,7 juta pada 2050
Indonesia
•
13 Oct 2026

Model AI tingkatkan akurasi prediksi banjir hingga 12 pekan sebelumnya
Indonesia
•
13 Oct 2026

Hampir 1 miliar orang diproyeksikan menderita osteoartritis pada 2050
Indonesia
•
13 Oct 2026

Ekspedisi Kawah Purba Pangrango ungkap kekayaan hayati dan geologi di ketinggian lebih 2.000 meter
Indonesia
•
11 Oct 2026
