Material filter baru dikembangkan China untuk pengolahan air limbah bersalinitas tinggi

Foto dari udara yang diabadikan dengan drone pada 29 November 2024 ini menunjukkan sebuah peternakan laut di Teluk Ailun, Kota Rongcheng, Provinsi Shandong, China timur. (Xinhua/Yang Zhili)
Membran nanofiltrasi bermuatan campuran (mix-charged nanofiltration membrane) baru yang dirancang dengan distribusi muatan horizontal menciptakan densitas muatan yang tinggi serta permukaan yang hampir tidak bermuatan listrik bersih (electroneutral), sehingga memungkinkan membran secara efisien mampu memfasilitasi permeasi (perembesan) garam divalen (divalent salt).
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah penelitian telah mengembangkan membran filter inovatif yang diharapkan dapat mengolah air limbah bersalinitas tinggi.Studi ini dilakukan oleh tim peneliti dari Institut Teknik Pemrosesan di Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS) dan sejumlah institut lainnya, serta telah diterbitkan di dalam jurnal Environmental Science & Technology edisi terbaru.Studi ini menyoroti membran nanofiltrasi bermuatan campuran (mix-charged nanofiltration membrane) baru yang dirancang dengan distribusi muatan horizontal. Konfigurasi baru ini menciptakan densitas muatan yang tinggi serta permukaan yang hampir tidak bermuatan listrik bersih (electroneutral), sehingga memungkinkan membran secara efisien mampu memfasilitasi permeasi (perembesan) garam divalen (divalent salt).Membran baru ini menunjukkan kemampuan luar biasa dalam permeasi garam, retensi bahan organik, dan sifat antifouling (proses atau sistem yang bertujuan mencegah atau mengendalikan penempelan organisme yang tidak diinginkan), sehingga sangat efektif untuk pengolahan air limbah organik bersalinitas tinggi, urai penelitian tersebut."Membran kami mencapai tingkat permeasi garam sebesar 58,6 persen dan tingkat Chemical Oxygen Demand (COD) rejection sebesar 68,7 persen saat mengolah air limbah organik dengan kadar salinitas tinggi," kata Luo Jianquan, penulis korespondensi studi tersebut. Luo pun menuturkan hasil itu merupakan salah satu yang terbaik yang pernah dilaporkan untuk membran nanofiltrasi. (COD rejection merupakan proses untuk mengurangi jumlah oksigen yang diperlukan untuk mengoksidasi materi organik dari air atau air limbah.)Luo menambahkan bahwa temuan ini membuka jalan bagi pemulihan sumber daya yang lebih efisien dan keberlanjutan dalam pengelolaan air limbah.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Gerhana Matahari Cincin lintasi Indonesia pada 26 Desember 2019
Indonesia
•
12 Sep 2019

Pantai Arktik Rusia kehilangan 7.000 hektar setiap tahun karena perubahan iklim
Indonesia
•
27 Dec 2021

Studi ungkap penyebab pergeseran garis batas pohon akibat pemanasan global
Indonesia
•
19 Jul 2023

COVID-19 – WHO akan uji tiga obat baru untuk pengobatan
Indonesia
•
13 Aug 2021
Berita Terbaru

Peneliti China bangun jaringan cip distribusi kunci kuantum dengan cakupan jarak 3.700 km
Indonesia
•
13 Feb 2026

Teknologi cetak 3D hasilkan cetakan beresolusi tinggi berskala milimeter dalam waktu 0,6 detik
Indonesia
•
14 Feb 2026

Proyek megasains China ungkap cetak biru genetik tumbuhan darat
Indonesia
•
14 Feb 2026

Wahana antariksa kini dapat dipulihkan di darat dan laut
Indonesia
•
14 Feb 2026
