
Hasil survei Indikator sebut mayoritas warga Indonesia pandang China sebagai mitra erat

Foto yang diabadikan pada 17 April ini menunjukkan kereta KCJB siap untuk diberangkatkan di Stasiun Halim di Jakarta. (Xinhua/Xu Qin)
Mayoritas warga Indonesia memandang China sebagai mitra terdekat bagi Indonesia dan menginginkan agar kerja sama antara kedua negara terus diperkuat.
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Lembaga survei Indikator belum lama ini merilis hasil survei yang menunjukkan bahwa mayoritas warga Indonesia memandang China sebagai mitra terdekat bagi Indonesia dan menginginkan agar kerja sama antara kedua negara terus diperkuat.Survei Indikator tersebut dilakukan terhadap 820 responden publik dan 103 responden elite, yakni mereka dari profesi akademisi, diplomat, media, hingga pemuka agama. Tingkat kepercayaan hasil survei ini mencapai 95 persen dengan toleransi kesalahan sekitar 3,5 persen.Hasil survei menunjukkan bahwa 20,3 persen responden publik dan 27,2 persen responden elite memandang China sebagai kawan terdekat Indonesia, mengungguli negara-negara lain seperti Malaysia, Jepang, Palestina, dan Singapura.Baik responden publik maupun elite juga memandang China sebagai negara yang memiliki pengaruh paling besar bagi Indonesia, terutama di bidang ekonomi. Hal ini tidak mengejutkan jika melihat bahwa China telah lama menjadi mitra dagang utama bagi Indonesia dan salah satu penyumbang terbesar masuknya investasi asing.Selanjutnya, publik memandang China memiliki reputasi tertinggi dalam kontribusinya terhadap perdamaian dunia, dibandingkan negara-negara lain seperti Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Australia.China juga termasuk di antara tiga negara setelah Korea Selatan dan Jepang yang paling banyak disukai publik. Tingkat kesukaan generasi muda, yakni Gen Z dan Milenial, terhadap China lebih tinggi dibandingkan generasi yang lebih tua.Dengan pengaruh tersebut, secara umum baik publik maupun para elite mayoritas memilih China sebagai negara prioritas bagi Indonesia untuk meningkatkan kerja sama.Secara khusus, mayoritas publik dan elite optimistis kerja sama Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB), yang digarap konsorsium Indonesia dan China, akan menguntungkan. Kereta cepat ini merupakan yang pertama di Asia Tenggara dan menjadi ikon kerja sama Indonesia dan China di bawah Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra atau Belt and Road Initiative (BRI).Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Bertemu Biden, Jokowi ajak kemitraan Indonesia-AS berkontribusi untuk perdamaian global
Indonesia
•
14 Nov 2023

KBRI gelar festival promosikan produk beras di Arab Saudi
Indonesia
•
14 Oct 2021

54 pakar bahas penanganan potensi konflik Laut China Selatan
Indonesia
•
11 Sep 2019

AS tawarkan Indonesia pesawat tempur generasi ke-4 dan 4,5 sebelum F-35
Indonesia
•
03 Nov 2020


Berita Terbaru

Indonesia dan Kamboja perangi penipuan daring global, ribuan pelaku telah ditindak
Indonesia
•
29 Jul 2026

Menaker: Dialog sosial jadi kunci penyelesaian isu ketenagakerjaan
Indonesia
•
29 Jul 2026

Indonesia–Korea Business Forum perkuat investasi energi hijau, teknologi strategis
Indonesia
•
29 Jul 2026

Bahaya! Batas aman planet global sudah terlampaui
Indonesia
•
29 Jul 2026
