China perluas stasiun luar angkasa Tiangong, siap berubah jadi kompleks antariksa raksasa

Gambar simulasi yang diabadikan di Pusat Kendali Antariksa Beijing (Beijing Aerospace Control Center/BACC) pada 25 Mei 2026 ini menunjukkan wahana antariksa berawak Shenzhou-23 melakukan penambatan (docking) dengan porta radial pada Tianhe, modul inti Tiangong. (Xinhua/Jin Liwang)

Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Stasiun luar angkasa China akan diperluas. Tiangong, yang saat ini memiliki konfigurasi berbentuk huruf T, akan ditingkatkan menjadi struktur berbentuk silang dengan penambahan modul baru.

Stasiun saat ini terdiri dari modul inti Tianhe, modul laboratorium Wentian, dan modul laboratorium Mengtian dalam konfigurasi berbentuk huruf T. Fase pertama perluasan itu akan menambahkan modul multifungsi kelas 20 ton baru, yang akan ditambatkan dengan modul inti untuk membentuk konfigurasi silang, menurut laporan China Media Group (CMG) pada Senin (22/6).

"Perluasan ini memang sudah menjadi bagian dari rencana awal," papar Qian Hang, peneliti di Akademi Teknologi Wahana Peluncur China (China Academy of Launch Vehicle Technology/CALT), anak perusahaan China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC), seperti dikutip dalam laporan tersebut.

Perluasan itu akan menambahkan lebih banyak porta penambatan (docking port), memungkinkan beberapa wahana antariksa untuk melakukan penambatan secara bersamaan, palka tambahan untuk aktivitas di luar wahana antariksa (extravehicular activity), sekaligus memperbesar kapasitas penyimpanan dan eksperimen.

Menurut Qian, pertama, permintaan penelitian semakin meningkat. Semakin banyak eksperimen yang dilakukan di orbit, semakin terbatas pula kapasitas peralatan dan ruang laboratorium, sehingga stasiun luar angkasa itu harus diperluas secara fisik. Kedua, misi awak dan kargo diperkirakan akan semakin sering dilakukan.

"Jika misi-misi tersebut semakin intensif, kita (menghadapi) risiko 'mengantre' untuk menggunakan porta penambatan dan kekurangan ruang cadangan darurat yang memadai," papar Qian.

Sejak awal pengoperasiannya, stasiun luar angkasa itu telah menjadi laboratorium orbit yang sangat sibuk. Hingga saat ini, 267 proyek ilmiah dan terapan telah ditempatkan dan dilaksanakan di Tiangong.

Dalam setahun terakhir saja, 86 eksperimen baru di orbit telah ditambahkan, dengan sekitar 1.179 kilogram material ilmiah dikirim ke luar angkasa dan 105 kilogram sampel eksperimen dibawa pulang ke Bumi, menghasilkan data ilmiah sebesar lebih dari 150 terabita, menurut laporan CMG.

Stasiun itu juga tengah melakukan persiapan untuk misi jangka panjang. Saat ini, stasiun tersebut dapat menampung tiga astronaut sekaligus, namun misi-misi di masa mendatang akan melibatkan jumlah awak yang lebih besar dan masa tinggal yang lebih lama, sehingga memerlukan tempat tinggal, peralatan olahraga, dan sistem dukungan darurat yang lebih baik.

"Selain eksperimen, stasiun itu juga akan menangani pemeliharaan wahana antariksa, perbaikan peralatan, dan tugas-tugas pelayanan di orbit lainnya," papar Qian.

"Tata letak saat ini memiliki keterbatasan dalam hal operasi di luar wahana antariksa dan penyimpanan pasokan," imbuhnya, "namun perluasan akan membawa kita menuju pusat antariksa komprehensif yang mampu menangani cakupan misi yang lebih luas."

Kerja sama internasional menjadi pendorong penting lainnya. China telah membuka stasiun luar angkasanya kepada dunia. Seiring dengan meningkatnya potensi partisipasi dari negara-negara lain dalam misi berawak dan penelitian bersama, permintaan peningkatan kapabilitas stasiun tersebut menjadi hal yang tidak terelakkan.

"Dengan memperluas skala stasiun luar angkasa kami, kami berharap dapat semakin meningkatkan skala penelitian antariksa kami, sehingga lebih banyak lembaga penelitian dapat memiliki kesempatan untuk melakukan penelitian ilmiah di orbit," ujar Yang Yuguang, ketua Komite Transportasi Antariksa di Federasi Astronautika Internasional (International Astronautical Federation/IAF).

Ekspansi jangka panjang

Qian menggambarkan perluasan itu sebagai "desain terstandardisasi dengan antarmuka terpadu di seluruh modul, memungkinkan bagian-bagian baru dapat diintegrasikan dengan cepat tanpa modifikasi besar-besaran terhadap fasilitas yang sudah ada."

Ke depannya, dua modul laboratorium tambahan dapat ditambatkan dengan modul ekspansi baru tersebut, sehingga semakin meningkatkan kapasitas stasiun luar angkasa itu, tutur Pang Zhihao, ahli komunikasi sains utama di bidang teknologi eksplorasi antariksa.

Yang Hong, kepala perancang sistem stasiun luar angkasa itu, menuturkan bahwa rencana jangka panjang akan meningkatkan konfigurasi stasiun tersebut menjadi enam modul, sehingga massa totalnya akan meningkat dari 90 ton saat ini menjadi hingga 180 ton.

Pada tahap itu, berbagai modul dapat dialokasikan untuk bidang-bidang penelitian tertentu, dan kapasitas awak akan ditingkatkan secara signifikan, tuturnya.

Lebih dari sekadar ukuran

Perluasan ini bukan hanya soal ukuran, tetapi juga soal kemampuan. Salah satu contoh yang sangat menarik adalah Teleskop Luar Angkasa Xuntian, yang dijadwalkan akan diluncurkan pada 2027.

Teleskop itu akan terbang di orbit yang sama dengan stasiun tersebut dan melakukan penambatan saat pemeliharaan diperlukan.

Teleskop luar angkasa itu tidak akan dipasang di stasiun antariksa tersebut agar dapat menjaga jarak aman guna menghindari gangguan akibat pergerakan astronaut dan getaran peralatan selama pengoperasian normal, sehingga memastikan pengamatan yang sangat presisi. Apabila memerlukan pemeliharaan, teleskop tersebut dapat ditambatkan di stasiun itu untuk menjalani servis.

Rancangan "orbit bersama" tersebut mengubah stasiun luar angkasa itu menjadi kompleks orbital komprehensif yang mengintegrasikan tempat tinggal awak, penelitian ilmiah, verifikasi teknologi, dan observasi astronomi.

"Melalui perluasan Tiangong, kita akan memiliki lebih banyak peluang penelitian, dan para ilmuwan akan dapat bekerja dengan ritme yang lebih nyaman. Hal ini sangat penting bagi seluruh upaya ilmu antariksa China," tutur Yang Yuguang.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait