
Setahun konflik Gaza, analis Palestina pesimistis akan ada resolusi cepat

Seorang pria berdiri di antara puing-puing bangunan yang hancur di Kota Jabalia, Jalur Gaza utara, pada 6 Oktober 2024. (Xinhua/Mahmoud Zaki)
Masa depan Jalur Gaza masih diselimuti ketidakpastian seiring konflik Israel-Hamas memasuki tahun keduanya, sebuah tonggak sejarah yang suram.
Gaza, Palestina (Xinhua/Indonesia Window) – Ketidakpastian masih terus menyelimuti masa depan Jalur Gaza seiring konflik Israel-Hamas memasuki tahun keduanya, sebuah tonggak sejarah yang suram. Kalangan pakar Palestina mengaku pesimistis akan adanya resolusi cepat di tengah dinamika regional yang rumit dan sikap keras kepala dari para pihak terkait yang mempersulit upaya perdamaian.Konflik saat ini, yang meletus sejak Oktober 2023 ketika kelompok militan Hamas yang menguasai Gaza melancarkan serangan mendadak ke Israel, menjadi putaran konflik terpanjang dalam sejarah Israel sejak negara itu berdiri pada 1948.Seiring perkembangan konflik, Israel terus memperluas operasinya di luar perbatasan Gaza, sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang potensi konflik regional yang lebih luas.Menurut Dawood Talhami, seorang pakar Palestina yang berbasis di Ramallah, ekspansi ini menunjukkan bahwa "tujuan Israel lebih dari sekadar mencegah serangan Hamas di masa depan."Ayman Yousuf, seorang pakar Palestina di Ramallah, berpendapat bahwa perluasan konflik dengan melibatkan Hizbullah bisa jadi merupakan taktik untuk mempersulit negosiasi gencatan senjata dengan Hamas.Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah berulang kali menegaskan komitmennya untuk melanjutkan perang hingga mencapai apa yang disebutnya sebagai "kemenangan mutlak" atas Hamas. Sikap ini kukuh dipertahankan meski ada seruan gencar dari masyarakat internasional untuk gencatan senjata dan tekanan yang kian meningkat dari dalam negeri Israel, di mana sejumlah warga Israel mengkritik cara pemerintah mereka menangani konflik.Hussam al-Dajani, seorang analis yang berbasis di Gaza, menilai bahwa "Netanyahu sedang menggunakan perannya sebagai pemimpin masa perang untuk mengamankan posisi politiknya dan meyakinkan mereka yang tidak lagi percaya pada kemampuan pemerintahnya dalam menjamin keamanan."Kritik meluas terhadap pemerintahan Netanyahu mengemuka setelah serangan Hamas pertama, yang oleh banyak rakyat Israel dipandang sebagai kegagalan besar pada sistem keamanan dan intelijen negara itu.Kalangan analis Palestina, seperti Talhami, juga mengungkapkan bahwa dukungan Amerika Serikat (AS) untuk Israel dalam konflik ini memperumit upaya-upaya untuk menghentikan kekerasan karena dukungan AS justru makin memperkuat aksi-aksi militer Israel.Siklus pemilihan presiden AS yang sedang berlangsung juga menambahkan kompleksitas lain ke dalam situasi ini. Menurut Al-Dajani, Netanyahu mungkin sedang mempertimbangkan kemungkinan hasil pemilu AS dalam kalkulasi strategisnya, yang berpotensi membuatnya harus menyesuaikan pendekatannya berdasarkan apakah Partai Republik atau Partai Demokrat yang akan memenangkan kursi kepresidenan.
Dua orang anak berdiri di tengah retuntuhan bangunan yang hancur di Kota Khan Younis di Jalur Gaza selatan, pada 6 Oktober 2024. Israel melancarkan serangan berskala besar terhadap Hamas di Jalur Gaza untuk membalas serangan Hamas di perbatasan Israel selatan pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan 1.200 orang dan menyebabkan sekitar 250 lainnya disandera. Selama setahun terakhir, serangan Israel ke Gaza telah menewaskan 41.825 warga Palestina dan melukai 96.910 lainnya, demikian menurut data terbaru dari otoritas kesehatan Gaza. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Blok Afrika Barat cabut sanksi untuk Burkina Faso, Mali, dan Niger
Indonesia
•
27 Feb 2024

China dan beberapa negara sampaikan pernyataan bersama, menentang standar ganda terkait HAM
Indonesia
•
20 Jun 2024

Trump peringatkan Netanyahu: Jika serang Iran lagi, Israel akan bertempur sendirian
Indonesia
•
09 Jun 2026

Trump sebut AS dan Rusia akan segera mulai negosiasi untuk akhiri konflik Ukraina
Indonesia
•
14 Feb 2025


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
