
COVID-19 – China alih fungsikan bilik pengujian jadi klinik demam

Foto dokumentasi ini memperlihatkan seorang sukarelawan yang mengenakan alat pelindung diri (APD) memandu warga di sebuah lokasi tes asam nukleat di Distrik Luohu, Shenzhen, Provinsi Guangdong, China selatan, pada 13 Maret 2022. (Xinhua/Chu Yan)
Klinik untuk pasien demam bertambah di sejumlah kota di China guna menghadapi kasus COVID-19 yang melonjak dalam beberapa hari terakhir sembari mengurangi tekanan yang meningkat pada rumah sakit.
Shenzhen, China (Xinhua) – Bilik-bilik untuk tes asam nukleat di Shenzhen, Provinsi Guangdong, dialihfungsikan menjadi ruang konsultasi bagi para pasien penderita demam. Pengalihfungsian ini merupakan salah satu upaya terbaru yang dilakukan oleh kota-kota di China untuk mengatasi peningkatan jumlah kasus COVID-19.Guna mengurangi tekanan yang meningkat pada rumah sakit, beberapa distrik di Kota Shenzhen, China selatan, mengubah bilik pengujian mereka menjadi ruang konsultasi yang dapat menerima pasien demam dan meresepkan obat-obatan dasar, menurut pejabat dan warga setempat.Di Distrik Futian, 53 bilik telah digunakan sebagai ruang konsultasi demam, kata biro kesehatan distrik tersebut. Sementara itu, di Distrik Bao'an, 66 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) telah terlibat dalam proyek serupa untuk menggunakan kembali bilik pengujian yang sudah tidak terpakai.Ruang konsultasi seluas 4 meter persegi ini dapat menampung satu dokter dan satu pasien sekali waktu, serta dilengkapi dengan peralatan disinfeksi dan sistem ventilasi. Lokasinya yang strategis memudahkan warga yang mengalami demam untuk berobat, kata Chen Biqin, direktur salah satu puskesmas di Futian.Banyak bilik pengujian asam nukleat menjadi tidak terpakai setelah China mengurangi pengujian wajib. Selain ruang konsultasi, beberapa bilik juga telah dialihfungsikan menjadi ruang vaksinasi, menurut perusahaan yang menyuplai bilik tersebut di Shenzhen.Menghadapi gelombang pasien demam dalam beberapa hari terakhir, banyak kota di China bergegas membuka lebih banyak klinik demam dan menstok obat-obatan. Guangzhou, ibu kota Provinsi Guangdong, telah meningkatkan jumlah klinik demam di rumah-rumah sakitnya dari semula 114 menjadi 199, karena para ahli memperkirakan wabah COVID-19 di kota itu akan memuncak pada awal Januari.Pekan lalu, sebuah klinik darurat untuk pasien demam dengan empat ruang konsultasi mulai digunakan di Gimnasium Guang'an di Distrik Xicheng, Beijing. Klinik tersebut dilengkapi dengan apotek sementara dan gudang penyimpanan obat, menyediakan obat-obatan dan bahan antipiretik yang memadai.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Survei: Warga kulit hitam di AS nilai rasisme sebagai tantangan berkepanjangan
Indonesia
•
01 Sep 2022

COVID-19 - 100 pasien di Arab Saudi dirawat dengan plasma darah
Indonesia
•
08 Jul 2020

Korsel ungkapkan kekecewaan terkait persembahan PM Jepang ke Kuil Yasukuni
Indonesia
•
16 Aug 2022

IOC: Mayoritas warga Prancis dukung atlet Rusia dan Belarus berlaga di Olimpiade Paris 2024
Indonesia
•
15 Mar 2023


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
