
China siap tingkatkan kualitas kerja sama BRI ke tingkat lebih tinggi demi modernisasi semua negara

Foto yang diabadikan pada 18 Desember 2023 ini memperlihatkan lokasi pembangunan Alamein Downtown Towers Project di New Alamein City, Mesir. (Xinhua/Sui Xiankai)
Kerja sama BRI telah mencatatkan banyak pencapaian penting, tidak hanya menghasilkan arus masyarakat dan barang yang lebih besar dan lancar, namun juga memberikan rasa kepuasan dan kebahagiaan yang nyata dan lebih kuat kepada masyarakat setempat.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – China siap meningkatkan kualitas kerja sama Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra (Belt and Road Initiative/BRI) ke tingkat yang lebih tinggi untuk mendukung modernisasi semua negara, serta membangun sebuah dunia yang terbuka, inklusif, dan saling terhubung demi pembangunan bersama, demikian disampaikan Juru Bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China Lin Jian pada Kamis (18/7).Pernyataan tersebut disampaikan Lin dalam sebuah konferensi pers harian ketika ditanya mengenai kemajuan dan pencapaian terkini kerja sama BRI.Lin mengatakan bahwa selama lebih dari 10 tahun terakhir, China telah bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memajukan kerja sama BRI. China bersama pihak-pihak terkait telah memungkinkan BRI berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat dan negara di seluruh dunia, menjadikan BRI sebagai barang publik yang disambut baik secara internasional dan platform kerja sama yang bercirikan keterbukaan, inklusivitas, manfaat bersama, dan kerja sama yang saling menguntungkan (win-win).Selama lebih dari 10 tahun terakhir, kerja sama Belt and Road Initiative telah mencatatkan banyak pencapaian penting, tidak hanya menghasilkan arus masyarakat dan barang yang lebih besar dan lancar, namun juga memberikan rasa kepuasan dan kebahagiaan yang nyata dan lebih kuat kepada masyarakat setempat, kata Lin.Lin menuturkan China telah menandatangani dokumen kerja sama BRI dengan lebih dari 150 negara dan lebih dari 30 organisasi internasional. Tahun lalu, perdagangan China dengan negara-negara mitra mencapai 19,5 triliun yuan, naik 2,8 persen. Angka ini menyumbang 46,6 persen dari total volume impor dan ekspor, mencetak rekor baru baik dalam hal ukuran maupun pangsa sejak BRI diusulkan."Kami tetap berkomitmen terhadap keterbukaan dan kerja sama demi masa depan bersama," ujar Lin, seraya menambahkan bahwa China siap bekerja sama dengan semua pihak dan saling mendukung dalam meningkatkan "konektivitas keras" infrastruktur, meningkatkan "konektivitas lunak" peraturan dan standar, serta memperdalam konektivitas antarmasyarakat melalui lebih banyak pertukaran dan pembelajaran bersama.*1 yuan = 2.219 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Kapasitas pembangkit listrik capai 69,1 GW pada 2019
Indonesia
•
09 Jan 2020

Cape Town di Afsel bakal jadi kota terkaya di Afrika pada 2030
Indonesia
•
26 Apr 2024

IMF: China tetap jadi pendorong pertumbuhan utama kawasan Asia-Pasifik
Indonesia
•
14 May 2023

Minyak naik di atas 121 dolar saat China longgarkan pembatasan
Indonesia
•
31 May 2022


Berita Terbaru

PM Albanese sebut pasokan bahan bakar Australia akan semakin sulit dalam beberapa bulan mendatang
Indonesia
•
27 Mar 2026

Netflix jajaki pasar Rusia lagi, mulai dari pendaftaran merek dagang
Indonesia
•
27 Mar 2026

Jepang mulai lepas cadangan minyak negara untuk redam dampak ketegangan Timur Tengah
Indonesia
•
27 Mar 2026

Harga bahan bakar di Kamboja terus naik saat konflik masih berlanjut di Timur Tengah
Indonesia
•
27 Mar 2026
