Kemenlu dorong perwakilan RI galang investasi infrastruktur

Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika (Dirjen Aspasaf) Kementerian Luar Negeri RI, Abdul Kadir Jailani. (Kementerian Luar Negeri RI)
Pemerintah Indonesia mengundang semua pihak, untuk berpartisipasi dalam sektor investasi infrastruktur di Tanah Air.
Jakarta (Indonesia Window) – Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika (Dirjen Aspasaf) Kementerian Luar Negeri RI, Abdul Kadir Jailani, mengemukakan, sejak saat ini hingga masa mendatang, Indonesia memerlukan investasi infrastruktur dengan nilai yang luar biasa besar.Karenanya, Pemerintah Indonesia mengundang semua pihak, termasuk investor asing, untuk berpartisipasi dalam pengadaan infrastruktur di Indonesia, kata Abdul Kadir Jailani dalam pernyataan tertulisnya di Kementerian Luar Negeri RI yang diterima Ahad.Dirjen Aspasaf menyampaikan hal yang terkait dengan investasi infrastruktur itu dalam sambutan pembukaan lokakarya pemanfaatan PPP (Public Private Partnership) Book pada Pemasaran Proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha di Jakarta, Rabu, 2 November 2022.“Sebagai agen Pemerintah Indonesia, Perwakilan RI perlu mengambil peran sebagai pihak yang menjembatani calon investor asing yang potensial dengan penanggung jawab proyek KPBU (Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha)," tuturnya.Untuk memainkan peran tersebut, ujar Dirjen Aspasaf lebih lanjut, Perwakilan RI seharusnya sudah memiliki pemahaman yang bulat tentang peluang pemodal asing untuk mengembangkan infrastruktur di Indonesia melalui proyek-proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha.Lokakarya tersebut mendatangkan lima orang pakar dari berbagai bidang yang berkaitan sebagai narasumber, yaitu Sri Bagus Guritno, Direktur Pengembangan Pendanaan Pembangunan (PPP) Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas; Novie Andriani juga ahli dari Kementerian PPN/Bappenas; Fikry Cassidy, Kepala Pusat Fasilitasi Kemitraan dan Kerja Sama Internasional Kementerian Perhubungan; Agus Sulaeman, Direktur Pengembangan Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Pembiayaan Kementerian PUPR; dan Rahardjo Siswohartono dari Kemeninves/BKPM.Sri Bagus Guritno menjelaskan ihwal skema dan tahapan KPBU serta bagaimana diplomat Indonesia dapat mempromosikan proyek KPBU kepada para investor di luar negeri.Selanjutnya, Novie Andriani menguraikan bagaimana Perwakilan RI dapat memanfaatkan PPP Book untuk mempromosikan proyek-proyek KPBU di luar negeri.Sedangkan Fikry Cassidy dan Agus Sulaeman, masing-masing menjabarkan proyek-proyek KPBU yang Kemenhub dan Kementerian PUPR menjadi penanggungjawabnya, baik yang siap ditawarkan maupun yang sedang berada dalam proses persiapan namun segera siap ditawarkan.Adapun Rahardjo Siswohartono, yang memiliki pengalaman bertugas di Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) New York dan Tokyo, membagikan kiat-kiat praktis yang dapat dijalankan Perwakilan dalam upaya menggandeng calon investor di luar negeri.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Feature – Merek-merek kecantikan China kian populer di Indonesia
Indonesia
•
11 Jun 2024

Ponpes Al Wafi gelar kompetisi hafal Al-Qur’an, penuhi kebutuhan imam masjid di Indonesia
Indonesia
•
05 Mar 2024

Korban meninggal banjir Sumatra naik jadi 1.030, 206 hilang hingga 16 Desember pagi
Indonesia
•
16 Dec 2025

BPOM tarik es krim Haagen Dazs karena diduga mengandung pestisida
Indonesia
•
20 Jul 2022
Berita Terbaru

KJRI Melbourne dukung program Madrasah Goes Abroad, perkuat akses studi siswa unggulan ke Australia
Indonesia
•
18 Feb 2026

Presiden Prabowo bertolak ke Washington DC bertemu Trump
Indonesia
•
17 Feb 2026

Ramadan 1447 – Hilal tak terlihat, pemerintah RI tetapkan 1 Ramadan jatuh pada 19 Februari 2026
Indonesia
•
17 Feb 2026

Kemenag dorong pemberdayaan ekonomi umat melalui Program KKN Mahasiswa Berbasis Zakat dan Wakaf
Indonesia
•
16 Feb 2026
