
Kebijakan golden visa akan tarik talenta berkualitas

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat terbatas (ratas) dengan bahasan tentang golden visa, Senin (29/5/2023), di Istana Merdeka, Jakarta. (Sekretariat Kabinet RI)
Golden visa yaitu kebijakan baru yang akan diluncurkan dalam waktu singkat untuk menarik lebih banyak talenta-talenta berkualitas di bidang digitalisasi, kesehatan, riset, maupun yang berkaitan dengan teknologi.
Jakarta (Indonesia Window) – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat terbatas (ratas) yang membahas kebijakan golden visa bagi warga negara asing (WNA), Senin (29/05/2023), di Istana Merdeka, Jakarta.Kebijakan tersebut diyakini dapat menarik lebih banyak talenta berkualitas dari berbagai jenis bidang, ungkap Sekretariat Kabinet RI dalam pernyataan tertulisnya yang dikutip Indonesia Window pada Selasa.“Golden visa yaitu kebijakan baru yang akan kita luncurkan dalam waktu yang singkat untuk menarik lebih banyak talenta-talenta berkualitas di bidang digitalisasi, di bidang kesehatan maupun juga talenta di bidang riset, maupun juga berkaitan dengan teknologi,” ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno usai mengikuti ratas.Sandi yang juga Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI mengatakan, saat ini dunia membutuhkan banyak talenta baru, salah satunya dari sisi ekonomi digital, dengan harapan kebijakan golden visa tidak hanya dapat membuka lapangan pekerjaan, tetapi menjadikan Indonesia sebagai episentrum pergerakan ekonomi ke depan.“Kita harapkan ini membuat Indonesia menjadi episentrum dari pergerakan ekonomi ke depan termasuk juga tentang sustainability, tentang keberlanjutan,” ujarnya.Sandi juga berharap kebijakan ini dapat membawa perubahan yang signifikan bagi Indonesia serta mampu menarik talenta global untuk berinvestasi di tanah air.“Kita harapkan golden visa ini yang nanti jangka waktunya 5 sampai 10 tahun menjadi game changer, menjadi sesuatu yang berbeda dan akan membawa lebih banyak juga wisatawan baik yang disebut digital nomad maupun yang juga berkaitan dengan digital entrepreneur yang akan berinvestasi di Indonesia,” ujarnya.Terkait payung hukum kebijakan ini, Menparekraf menyatakan bahwa Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) akan memastikan hal tersebut termasuk peraturan turunan di dalamnya.“Karena ini akan menyangkut terhadap kebijakan visa, kemungkinan nanti Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) yang akan mengumumkan dan juga nanti peraturan-peraturan turunannya,” tandasnya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Indonesia usulkan pembicaraan rencana ‘due diligence’ komoditas pertanian dengan Inggris
Indonesia
•
15 Oct 2020

Maroko sediakan 50 beasiswa kuliah, Menag upayakan ditambah
Indonesia
•
30 Jul 2026

TETO umumkan syarat pengajuan E-visa bagi WNI untuk bepergian ke Taiwan
Indonesia
•
11 Dec 2023

PLN dan perusahaan China sepakati kerja sama pengembangan energi hijau di Sulawesi
Indonesia
•
27 Mar 2024


Berita Terbaru

Patrialis Akbar ingatkan hakim: Salah memutus perkara, pertanggungjawabannya hingga akhirat
Indonesia
•
12 Aug 2026

Program Magang Nasional 2026 dibuka, pemerintah siapkan 150 ribu kesempatan bagi lulusan perguruan tinggi
Indonesia
•
11 Aug 2026

Analisis – Ke mana mengalirnya uang jemaah haji Indonesia? Ada potensi ekonomi yang bisa kembali ke Tanah Air (2 dari 3 tulisan)
Indonesia
•
08 Aug 2026

Analisis – Ke mana mengalirnya uang jemaah haji Indonesia? Ada potensi ekonomi yang bisa kembali ke Tanah Air (selesai)
Indonesia
•
08 Aug 2026
