
Kisah Lisbon Maru dikenang sebagai bukti nilai kemanusiaan masa perang

Pensiunan tentara Inggris Brian Finch, yang mengabdikan diri untuk mengumpulkan dokumen bersejarah terkait Lisbon Maru, berbicara dalam penayangan khusus film dokumenter "The Sinking of the Lisbon Maru" di London, Inggris, pada 15 Agustus 2023. (Xinhua/Li Ying)
Kapal Lisbon Maru secara keliru dihantam torpedo oleh kapal selam Amerika Serikat, dan upaya penyelamatan yang berani pun dilakukan oleh para nelayan China.
London, Inggris (Xinhua/Indonesia Window) – Saat Perang Perlawanan Rakyat China Melawan Agresi Jepang dan Perang Anti-Fasis Dunia diperingati untuk yang ke-80 kalinya pada tahun ini, episode masa perang yang tidak begitu dikenal, yang memperlihatkan solidaritas antara masyarakat Inggris dan China, kembali menjadi perhatian publik melalui memorial, film dokumenter, dan seruan baru untuk mengenang peristiwa tersebut.Delapan puluh tiga tahun yang lalu, sebuah kapal kargo Jepang yang mengangkut tawanan perang (prisoner of war/POW) Inggris tenggelam di lepas pantai Provinsi Zhejiang di China timur. Lebih dari 800 nyawa melayang. Namun, para nelayan China setempat berhasil menyelamatkan 384 POW, sebuah aksi kemanusiaan luar biasa yang tetap menjadi penghubung kuat antara China dan Inggris.Peringatan resmi Inggris terkait Hari Kemenangan atas Jepang (Victory over Japan Day/VJ Day) akan diselenggarakan pada Agustus mendatang. Sementara itu, sebuah acara memorial yang khidmat digelar pada 20 Mei di Pulau Qingbang di Kota Dongji, Provinsi Zhejiang. Di lokasi itu, monumen batu setinggi dua meter diresmikan untuk menghormati para nelayan yang mempertaruhkan nyawa mereka demi menyelamatkan POW yang terdampar. Sebanyak 18 keturunan prajurit yang diselamatkan melakukan perjalanan dari Inggris untuk menghadiri acara itu.
Keturunan salah satu nelayan China yang menyelamatkan ratusan tawanan perang Inggris selama insiden Lisbon Maru 82 tahun yang lalu menyentuh monumen yang didedikasikan bagi para nelayan heroik di lokasi penyelamatan di Provinsi Zhejiang, China timur, pada 5 Desember 2024. (Xinhua/Yao Kaile)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Jubir China: Veto AS picu situasi yang lebih buruk di Gaza
Indonesia
•
22 Feb 2024

Studi: Penggunaan layar digital pada bayi pengaruhi akademik di usia 9 tahun
Indonesia
•
05 Feb 2023

Kalangan guru di Singapura masuk dalam daftar pengguna AI paling aktif di bidang pendidikan
Indonesia
•
08 Oct 2025

Harapan hidup rata-rata di Taiwan turun ke titik terendah sejak 2014
Indonesia
•
12 Aug 2023


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
