
Iran tolak usulan AS untuk gencatan senjata 48 jam

Orang-orang menghadiri upacara pemakaman di Teheran, Iran, pada 1 April 2026. (Xinhua/Shadati)
Iran menolak usulan gencatan senjata selama 48 jam yang diusulkan oleh Amerika Serikat.
Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Iran menolak usulan Amerika Serikat (AS) untuk melakukan gencatan senjata selama 48 jam, menurut laporan kantor berita semiresmi Fars pada Jumat (3/4).
Proposal tersebut disampaikan kepada pihak Iran melalui negara "sahabat" pada Kamis (2/4), demikian dikutip Fars dari sumber yang mengetahui hal ini.
Sumber tersebut menambahkan bahwa Washington telah meningkatkan upaya diplomatiknya untuk mengamankan gencatan senjata, khususnya setelah serangan Iran menyasar "depot pasukan militer" AS di Pulau Bubiyan, Kuwait.
Menurut Fars, penilaian mengindikasikan bahwa proposal tersebut diajukan menyusul meningkatnya krisis di kawasan itu dan "masalah serius" bagi pasukan AS yang disebabkan oleh "kesalahan perhitungan" AS mengenai kemampuan militer Iran.
Laporan itu menambahkan bahwa respons Iran terhadap usulan AS tersebut tidak diberikan secara tertulis, tetapi melalui kelanjutan serangan di medan perang.
Pada 28 Februari, Israel dan AS memulai serangan gabungan ke Teheran dan beberapa kota lainnya di Iran, yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, beserta sejumlah komandan militer senior dan warga sipil. Iran merespons dengan meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel dan aset-aset AS di Timur Tengah.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pemimpin Hizbullah tolak tuntutan pelucutan senjata, menyebutnya seolah jadi "hadiah" untuk Israel
Indonesia
•
20 Apr 2025

COVID-19 – Infeksi di AS diperkirakan 4 kali lebih besar dari laporan resmi
Indonesia
•
06 Jan 2021

COVID-19 – Taiwan larang siswa internasional masuk selama 15 Desember-11 Februari
Indonesia
•
08 Nov 2021

Israel akan lanjutkan operasi di Rafah usai perundingan gencatan senjata gagal capai kesepakatan
Indonesia
•
10 May 2024


Berita Terbaru

Telaah – Tiga tahun berlalu: Gaza hancur, 74.000 lebih tewas, mengapa perdamaian masih jauh?
Indonesia
•
08 Oct 2026

3 tahun berlalu, Israel masih memburu pelaku 7 Oktober: 2.000 orang disebut masih hidup
Indonesia
•
07 Oct 2026

Dari warisan apartheid hingga politik ras, ini sumber ketegangan AS–Afsel
Indonesia
•
07 Oct 2026

Pembongkaran bangunan di Yerusalem Timur catatkan rekor pengungsi terbanyak
Indonesia
•
07 Oct 2026
