
Iran bebaskan biaya transit Selat Hormuz untuk negara sahabat, Indonesia tidak masuk

Foto yang diabadikan pada 8 April 2026 ini menunjukkan pemandangan kota di Teheran, Iran. (Xinhua/Shadati)
Biaya transit Selat Hormuz oleh Iran berkaitan dengan upaya menjamin keamanan di jalur air penting itu. Iran menyampaikan bahwa pihaknya telah menutup selat itu dan akan membukanya kembali setelah blokade laut AS dicabut sepenuhnya.
Moskow, Rusia (Xinhua/Indonesia Window) – Iran memberikan pengecualian kepada sejumlah negara, termasuk Rusia, terkait biaya transit untuk melewati Selat Hormuz, ujar Duta Besar Iran untuk Rusia Kazem Jalali seperti dikutip RIA Novosti.
"Saat ini, kami memberi pengecualian kepada sejumlah negara, tetapi saya tidak tahu apa yang akan terjadi di masa mendatang. Namun, kementerian luar negeri kami saat ini berupaya menerapkan pengecualian yang telah direncanakan untuk negara-negara sahabat, seperti Rusia," ujar duta besar tersebut.
Iran telah mengumumkan rencana untuk mengenakan biaya atas pelayaran melintasi Selat Hormuz menyusul serangan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap negara itu, menyebutkan bahwa pengenaan biaya tersebut berkaitan dengan upaya menjamin keamanan di jalur air penting itu. Iran menyampaikan bahwa pihaknya telah menutup selat itu dan akan membukanya kembali setelah blokade laut AS dicabut sepenuhnya.
Deputi Pertama Ketua Parlemen Iran Hamid Reza Haji Babaei pada Kamis (23/4) menuturkan bahwa Iran telah menerima pembayaran biaya transit untuk melintasi selat tersebut untuk pertama kalinya, dengan dana itu telah ditransfer ke bank sentral negara tersebut.
Menyusul serangan AS-Israel, Iran mengatakan akan memblokir kapal, selain kapal dari negara-negara "non-musuh", untuk menggunakan selat tersebut. Beberapa kapal, termasuk dari China, Irak, dan Pakistan, melewati rute tersebut setelah mencapai kesepakatan diplomatik dengan Iran.
Pemerintah Iran juga dilaporkan menerapkan bea masuk untuk kapal dan mengatakan kendalinya atas selat tersebut harus berlanjut setelah konflik. Ancaman dari drone, ranjau, dan kapal kecil, serta biaya asuransi, membuat perusahaan pelayaran tetap ragu untuk menggunakan rute tersebut.
Selat Hormuz, yang merupakan titik penyempitan di antara Teluk Persia dan Teluk Oman, adalah satu-satunya jalur laut menuju laut terbuka, dengan sekitar 20 juta barel minyak, atau seperlima konsumsi global, melintasinya setiap hari sebelum perang meletus.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Indonesia lanjutkan Presidensi G20 tahun 2022
Indonesia
•
01 Nov 2021

Presiden Prabowo tiba di Amman, disambut Putra Mahkota
Indonesia
•
25 Feb 2026

Presiden Jokowi tiba di Phnom Penh, Kamboja
Indonesia
•
10 Nov 2022

Rupiah ‘undervalued’, BI siapkan tujuh langkah penguatan
Indonesia
•
07 May 2026


Berita Terbaru

Presiden, Menteri ESDM bahas ketahanan energi dan hilirisasi, pastikan BBM subsidi serta LPG tetap stabil
Indonesia
•
13 Jun 2026

IAI Al-Irsyad Jakarta resmi berdori, siap cetak lulusan berwawasan global
Indonesia
•
11 Jun 2026

Presiden Prabowo tingkatkan kesejahteraan dan kompetensi guru
Indonesia
•
12 Jun 2026

Indonesia serahkan ratifikasi konvensi ILO 188, perkuat pelindungan pekerja perikanan
Indonesia
•
11 Jun 2026
