Indonesia bersama 7 negara Muslim kecam aktivitas permukiman Israel dan kekerasan terhadap warga Palestina

Foto yang diabadikan pada 23 Februari 2023 ini menunjukkan pemandangan permukiman Israel di Givat Zeev di wilayah Tepi Barat yang diduduki. (Xinhua/Muammar Awad)

Indonesia mengecam persetujuan Israel atas pendirian lebih dari 30 permukiman baru dan meningkatnya kekerasan pemukim terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki.

 

Islamabad, Pakistan (Xinhua/Indonesia Window) – Delapan negara mayoritas Muslim pada Kamis (23/4) mengecam persetujuan Israel atas pendirian lebih dari 30 permukiman baru dan meningkatnya kekerasan pemukim terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki.

Menteri luar negeri Pakistan, Mesir, Turkiye, Indonesia, Yordania, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab menganggap persetujuan Israel terhadap permukiman baru tersebut sebagai "pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional," dan mengecam serangan pemukim baru-baru ini terhadap sekolah dan anak-anak Palestina.

Tindakan-tindakan tersebut merusak solusi dua negara dan upaya perdamaian, kata para menteri itu dalam pernyataan bersama.

Mereka juga mengecam insiden penyusupan berulang yang dilakukan oleh pemukim Israel dan menteri-menteri ekstremis ke kompleks Masjid Al-Aqsa di bawah perlindungan polisi Israel, serta menegaskan kembali dukungan untuk negara Palestina merdeka berdasarkan perbatasan 4 Juni 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait