
Dongkrak harga minyak, OPEC+ sepakat perpanjang pemangkasan produksi

Foto yang diabadikan pada 30 November 2023 ini menunjukkan markas besar Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) di Wina, Austria. (Xinhua/He Canling)
Harga minyak Brent, acuan minyak mentah internasional, telah berada sedikit di atas 80 dolar AS per barel selama beberapa pekan terakhir di tengah ketidakpastian ekonomi global, tingginya tingkat suku bunga, dan meningkatnya suplai dari para produsen di luar OPEC+.
Wina, Austria (Xinhua) – Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, memutuskan untuk memperpanjang pemangkasan produksi minyak saat ini setidaknya hingga kuartal ketiga (Q3) 2024 guna mendongkrak harga minyak.Usai pertemuan virtual para menteri perminyakan dan energi OPEC+, OPEC dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa OPEC+ akan memperpanjang kuota produksi tahun ini untuk para anggotanya hingga 2025. Kuota tersebut termasuk pemangkasan 2 juta barel per hari (barrels per day/bpd) dari target produksi resmi yang awalnya disepakati pada akhir 2022.Sementara kuota produksi 2025 untuk negara-negara OPEC+ sebagian besar masih tetap sama dengan 2024, OPEC+ pada Ahad (2/6) sepakat untuk menaikkan batas produksi minyak Uni Emirat Arab sebanyak 300.000 barel per hari menjadi 3,519 juta barel per hari, menurut pernyataan itu.Dalam sebuah pernyataan terpisah yang dirilis di situs jejaring OPEC, delapan negara OPEC+, yaitu Arab Saudi, Rusia, Irak, Uni Emirat Arab, Kuwait, Kazakhstan, Aljazair, dan Oman, menyebutkan bahwa mereka akan memperpanjang pemangkasan produksi sukarela sebesar 1,65 juta barel per hari hingga akhir 2025. Pemangkasan secara sukarela tersebut pertama kali diumumkan pada April 2023.Delapan negara itu juga akan memperpanjang pemangkasan produksi sukarela sebesar 2,2 juta barel per hari, yang awalnya diumumkan pada November 2023, hingga akhir September 2024. Bagian dari pemangkasan produksi sukarela ini akan "dihapuskan secara bertahap setiap bulan hingga akhir September 2025 guna mendukung stabilitas pasar." Namun, "peningkatan bulanan tersebut dapat dihentikan sementara atau dibatalkan, bergantung pada kondisi pasar," menurut pernyataan tersebut.Pengumuman pemangkasan produksi sukarela ini dibuat setelah para menteri perminyakan dari delapan negara tersebut bertemu secara langsung di Riyadh di sela-sela pertemuan tingkat menteri OPEC+ yang lebih luas.Pemangkasan produksi sukarela itu dikurangi dari kuota produksi masing-masing negara yang ditetapkan oleh OPEC+.Harga minyak Brent, acuan minyak mentah internasional, telah berada sedikit di atas 80 dolar AS per barel selama beberapa pekan terakhir di tengah ketidakpastian ekonomi global, tingginya tingkat suku bunga, dan meningkatnya suplai dari para produsen di luar OPEC+.Dalam pernyataan yang dirilis pada Ahad itu, OPEC mengatakan bahwa OPEC+ telah membuat berbagai keputusan terbaru untuk "mencapai dan menjaga stabilitas pasar minyak, serta untuk memberikan panduan jangka panjang dan transparansi bagi pasar, dan mengimplementasikannya dengan mengikuti pendekatan yang berhati-hati, proaktif, dan bersifat antisipatif."
Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone pada 29 Maret 2024 ini menunjukkan sebuah kapal yang sedang menurunkan muatan bahan bakar di sebuah terminal minyak yang berada di Area Lanshan, Pelabuhan Rizhao di Rizhao, Provinsi Shandong, China timur. (Xinhua/Guo Xulei)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Destatis: Ekspor dan impor Jerman naik pada 2022
Indonesia
•
03 Feb 2023

‘Indeks Ekskavator’ cerminkan vitalitas pembangunan infrastruktur China
Indonesia
•
15 Feb 2023

Jepang turunkan pandangan ekonomi pada Februari karena lemahnya konsumsi
Indonesia
•
22 Feb 2024

Kelangkaan pekerja picu persaingan bisnis antarnegara bagian di AS
Indonesia
•
16 Jun 2022


Berita Terbaru

IMF proyeksikan ekonomi global tumbuh 3,1 persen pada 2026, AI jadi penopang
Indonesia
•
13 Oct 2026

OPEC pangkas proyeksi minyak 2026 dari 400.000 menjadi 200.000 barel per hari
Indonesia
•
14 Oct 2026

IMF peringatkan harga energi tetap tinggi, minyak diproyeksi bertahan di level 100 dolar AS hingga 2027
Indonesia
•
08 Oct 2026

Investasi AI dongkrak ekonomi ASEAN+3, proyeksi pertumbuhan 2027 naik jadi 4,1 persen
Indonesia
•
07 Oct 2026
