
Hamas dan Jihad Islam desak Israel tarik seluruh pasukan dari Gaza

Foto yang diabadikan pada 25 Juli 2026 ini menunjukkan tenda-tenda pengungsi Palestina di Gaza City. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Gaza, Palestina (Xinhua/Indonesia Window) – Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) dan Gerakan Jihad Islam (PIJ) pada Sabtu (1/8) menekankan perlunya memaksa Israel untuk menghentikan "agresi" dan sepenuhnya menarik diri dari Jalur Gaza.
Dalam sebuah pernyataan pers, Hamas mengatakan delegasi yang dipimpin oleh Zaher Jabarin, pemimpin gerakan tersebut di Tepi Barat, mengadakan pertemuan dengan delegasi PIJ yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Ziad al-Nakhalah di Kairo, ibu kota Mesir.
Menurut pernyataan tersebut, kedua belah pihak menekankan pentingnya memperkuat aksi bersama, mengadopsi posisi nasional yang bersatu, dan melakukan segala upaya untuk melindungi rakyat Palestina dan memulihkan apa yang mereka sebut sebagai hak-hak sah mereka.
Pernyataan itu menyebutkan Khalil al-Hayya, kepala biro politik Hamas, dan al-Nakhalah melakukan percakapan telepon dalam pertemuan tersebut, menekankan perlunya mendukung rakyat Palestina dan mengakhiri "agresi" Israel yang sedang berlangsung.
Pertemuan itu berlangsung sehari setelah PIJ mengeluarkan pernyataan singkat yang mengatakan bahwa "semua yang diumumkan mengenai kesepakatan antara faksi-faksi Palestina dan pihak pendudukan adalah tidak akurat," seraya menambahkan bahwa mereka memiliki keberatan tentang kesepakatan dalam bentuknya yang beredar saat ini.
Pada Kamis (30/7), Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan organisasi yang disebut "Dewan Perdamaian" telah mencapai kesepakatan untuk "pelucutan senjata secara menyeluruh" Hamas dan kelompok bersenjata lainnya di Gaza.
Pada Jumat (31/7), anggota biro politik Hamas, Basem Naim, mengatakan bahwa Hamas menyetujui "versi terbaru dari peta jalan" untuk fase kedua perjanjian gencatan senjata Gaza setelah negosiasi yang "sengit".
Dalam sebuah pernyataan pada Sabtu, Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) menyambut baik pengumuman kesepakatan tersebut, menekankan pentingnya implementasi penuh fase kedua untuk memastikan berakhirnya perang secara permanen, meringankan penderitaan kemanusiaan warga Gaza, serta mengamankan penarikan penuh pasukan Israel dari daerah kantong tersebut.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – AS sebut vaksin Pfizer efektif untuk balita
Indonesia
•
14 Jun 2022

Putin sebut Rusia perbarui strategi di WTO di tengah sanksi Barat
Indonesia
•
21 Apr 2022

Xi Jinping anugerahkan medali persahabatan kepada ketua Partai Komunis Vietnam
Indonesia
•
01 Nov 2022

Opini - Belum sampai ke pantai: Pelajaran dari kejatuhan Keir Starmer
Indonesia
•
26 Jun 2026


Berita Terbaru

Korban tewas akibat tanah longsor di Nepal naik jadi 1.403 jiwa, 6.150 orang masih hilang
Indonesia
•
19 Sep 2026

Houthi bantah targetkan Makkah saat konflik dengan Saudi kian memanas
Indonesia
•
19 Sep 2026

AS setujui penjualan 48 jet F-35 ke Saudi senilai 430,55 triliun rupiah
Indonesia
•
19 Sep 2026

Trump di titik kritis Perang Iran: Serang lagi atau diplomasi?
Indonesia
•
19 Sep 2026
