
Gunung Berapi Shinmoedake di Jepang meletus, muntahkan abu vulkanis setinggi 3 km

Tangkapan layar dari situs jejaring Japan Meteorological Agency (JMA) tentang status Gunung Berapi Shinmoedake. (JMA)
Gunung Berapi Shinmoedake yang terletak di perbatasan antara prefektur Kagoshima dan Miyazaki itu telah mengalami erupsi secara berkala sejak 27 Juni 2025.
Tokyo, Jepang (Xinhua/Indonesia Window) – Letusan dahsyat terjadi di Gunung Berapi Shinmoedake, yang terletak di kompleks Pegunungan Kirishima, Jepang, pada Ahad (10/8) sekitar pukul 05.23 waktu setempat. Letusan tersebut memuntahkan abu vulkanis setinggi lebih dari 3.000 meter di atas kawah, menurut laporan media lokal.Gunung berapi yang terletak di perbatasan antara prefektur Kagoshima dan Miyazaki itu telah mengalami erupsi secara berkala sejak 27 Juni. Abu vulkanis dari letusan yang terjadi pada Ahad bergerak ke arah timur laut dan berpotensi mencapai hingga Takanabe di Prefektur Miyazaki, demikian dilansir lembaga penyiaran publik Jepang, NHK.Badan Meteorologi Jepang (Japan Meteorological Agency/JMA) memperingatkan hujan abu vulkanis dengan intensitas sedang diperkirakan akan melanda Kobayashi dan Takaharu di Prefektur Miyazaki, serta Kirishima di Prefektur Kagoshima.Batuan vulkanis berukuran kecil kemungkinan berjatuhan dalam radius sekitar 14 kilometer ke arah timur laut dari kawah, menurut JMA.Selain itu, JMA juga tetap mempertahankan tingkat peringatan erupsi pada level 3, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap jatuhnya batuan vulkanis berukuran besar dalam radius 3 kilometer dari kawah dan aliran piroklastik dalam radius 2 kilometer.Tiga gunung berapi di kompleks vulkanik Kirishimayama mengalami peningkatan aktivitas selama akhir 2017 dan awal 2018. Letusan di Shinmoedake trjadi selama September-Oktober 2017 dan Maret-Mei 2018, letusan di Iwo-yama pada April 2018, dan peningkatan aktivitas seismik di Ohachi pada Februari 2018. Aktivitas melemah setelahnya, dan pada awal Juli, ketiga gunung berapi tersebut relatif tenang kecuali beberapa aktivitas fumarol dan seismik.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Anggota IOC Thailand sebut Asian Games Hangzhou dorong pertukaran dan pemahaman
Indonesia
•
22 Sep 2023

WHO catat lebih dari 1.000 kasus hepatitis misterius pada anak
Indonesia
•
14 Jul 2022

COVID-19 – Kanada setujui vaksin ‘booster’ bivalen kedua yang targetkan Omicron
Indonesia
•
04 Nov 2022

Psikiater Kamboja yang bantu para penyintas genosida, raih Nobel Asia
Indonesia
•
05 Sep 2022


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
