
Fokus Berita – PLTN di Indonesia makin dekat? Pakar mulai bicara soal risiko, teknologi hingga SDM

'Roadshow' Nasional 'Berani Bicara Nuklir'. (GTI)
Yogyakarta/Bandung — Nuklir selama ini mungkin lebih sering muncul dalam bayangan tentang bom, radiasi, atau kecelakaan reaktor.
Namun, ketika kebutuhan listrik Indonesia terus meningkat dan target pengurangan emisi karbon semakin kuat, energi nuklir mulai masuk ke dalam percakapan yang lebih serius: apakah Indonesia siap memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)?
Pertanyaan itu akan dibahas dalam ‘Roadshow Nasional Berani Bicara Nuklir’ yang digelar di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, dan Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung.
Roadshow tersebut diselenggarakan Global GTI (Global Transport, Training, and Trading Indonesia) bekerja sama dengan Badan Keahlian Teknik Nuklir Persatuan Insinyur Indonesia (BKTN-PII), dengan mempertemukan akademisi, pemerintah, regulator, industri, PT PLN (Persero), peneliti, mahasiswa, media, dan masyarakat.
Bukan sekadar membicarakan teknologi nuklir, forum ini dirancang untuk membuka ruang dialog mengenai fakta, manfaat, risiko, keselamatan, kesiapan sumber daya manusia, industri, regulasi, hingga penerimaan masyarakat terhadap rencana pembangunan PLTN di Indonesia.
Momentum pembahasan tersebut semakin relevan setelah pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional.
Di tengah kebutuhan listrik yang meningkat, target Indonesia Emas 2045, serta komitmen pengurangan emisi karbon, energi nuklir disebut sebagai salah satu opsi strategis dalam bauran energi nasional.
Namun, membangun PLTN bukan perkara membeli teknologi lalu membangun pembangkit. Ada persoalan yang jauh lebih besar di baliknya: apakah Indonesia memiliki manusia, industri, regulasi, sistem keselamatan, dan kepercayaan publik yang cukup untuk mengelola teknologi tersebut?
Itulah yang menjadi salah satu fokus utama roadshow.
Dari ‘Takut Nuklir’ ke ‘Paham Nuklir’
Mengusung tema ‘Berani Bicara Nuklir: Fakta, Manfaat, Risiko, Solusi, dan Keberlanjutan Rencana Pembangunan PLTN Indonesia’, kegiatan ini mendorong masyarakat melihat energi nuklir berdasarkan informasi ilmiah, bukan sekadar persepsi atau informasi yang belum terverifikasi.
Sejumlah isu dibahas, mulai dari perkembangan teknologi reaktor modern, keselamatan dan keamanan nuklir, kesiapan regulasi, komunikasi publik, pengembangan talenta nasional, hingga peluang industri dalam negeri mengambil bagian dalam pembangunan PLTN.
Peserta juga akan diberi ruang berdialog langsung dengan para narasumber dan mengikuti survei mengenai persepsi masyarakat terhadap rencana pembangunan PLTN.
Di UGM, pembahasan menitikberatkan pada aspek ‘People Readiness’ atau kesiapan sumber daya manusia.
UGM dipilih karena memiliki sejarah panjang dalam pendidikan teknik nuklir, keselamatan, proteksi radiasi, dan teknologi energi. Dalam perspektif ini, pembangunan PLTN pada akhirnya bukan hanya pembangunan fasilitas pembangkit, tetapi juga pembangunan manusia.
Tenaga ahli yang kompeten, budaya keselamatan, kepemimpinan, pendidikan tinggi, serta literasi publik menjadi bagian penting dari ekosistem tersebut.
Roadshow di UGM dibuka oleh Dekan Fakultas Teknik UGM Prof. Ir. Selo. Sementara sambutan disampaikan oleh Direktur Utama GTI Reza Nugraha Putra,, dan Ketua BKTN-PII Dr. Ir. Khoirul Huda.
Sejumlah pakar yang dijadwalkan menjadi narasumber antara lain Guru Besar UGM Prof. Dr. Ir. Andang Widi Harto; Guru Besar ITB Prof. Dr.Eng. Ir. Sidik Permana; Kepala ORTN BRIN Prof. Dr. Saiful Bahkri; pakar komunikasi publik Dr. Netty Herawaty; serta Deputi Kepala BAPETEN Dr. Haendra Subekti.
Jika UGM menyoroti kesiapan manusia, ITB membawa pembahasan ke wilayah ‘Technology & Industrial Readiness’.
Forum di ITB membedah kesiapan teknologi nasional, inovasi rekayasa, kemampuan industri, rantai pasok, peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), serta kesiapan sistem ketenagalistrikan nasional.
Peran PLN juga menjadi perhatian penting. Integrasi PLTN ke dalam sistem kelistrikan Indonesia membutuhkan perencanaan jaringan, smart grid, serta sistem tenaga listrik yang andal dan berkelanjutan.
Para narasumber yang dijadwalkan hadir antara lain Guru Besar ITB Prof. Dr. Eng. Ir. Sidik Permana; Dosen UGM Dr. Indarta Aji; owner GTI Shirley Oroh; Guru Besar ITB Prof. Dr. Zaki Suud; anggota Dewan Energi Nasional Prof. Dr. Ir. Johni Jonatan Numberi; serta Direktur Teknologi Engineering dan Keberlanjutan PT PLN Edwin Nugraha Putra.
Bagi penyelenggara, pembicaraan mengenai PLTN tidak boleh berhenti pada ruang seminar. Setiap sesi akan diakhiri dengan dialog interaktif, rekomendasi, serta masukan strategis dari peserta.
Peta jalan hingga 2045
Roadshow ‘Berani Bicara Nuklir’ juga menjadi bagian dari penyusunan ‘White Paper Strategi Komunikasi Publik dalam Mendukung Keberhasilan Rencana Pembangunan PLTN Indonesia’.
Dokumen tersebut dirancang sebagai masukan strategis bagi pemerintah dan lembaga terkait, termasuk BRIN, BAPETEN, PLN, serta institusi lainnya.
Menariknya, strategi komunikasi publik tersebut dirancang hingga 2045, bertepatan dengan target Indonesia Emas.
Peta jalannya terdiri atas lima fase: Awaeness, Understanding, Acceptance, Participation, dan National Ownership.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, regulator, industri, media, dan masyarakat, Roadshow Nasional ‘Berani Bicara Nuklir’ diharapkan menjadi tonggak awal terbentuknya ekosistem komunikasi publik yang transparan, partisipatif, dan berbasis ilmu pengetahuan.
Lebih dari sekadar membahas teknologi energi, roadshow ini merupakan upaya membangun kepercayaan publik dan menyiapkan fondasi sumber daya manusia, industri, serta tata kelola yang diperlukan agar Indonesia siap mengambil keputusan strategis mengenai pemanfaatan energi nuklir secara aman, berkelanjutan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemajuan bangsa.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Indonesia akan buka konsulat jenderal di Chengdu, perkuat konektivitas dengan China barat
Indonesia
•
19 Apr 2026

Menlu: Indonesia kedepankan pendekatan kontrukstif demi stabilitas kawasan
Indonesia
•
25 Jan 2025

Indonesia terima medali Presiden Turkiye atas misi kemanusiaan pascagempa
Indonesia
•
27 Apr 2023

PM China sebut China dan Indonesia punya visi dan kepentingan yang sama
Indonesia
•
07 Sep 2023


Berita Terbaru

Feature – Selamatkan warisan 180 tahun, UIN Ar-Raniry digitalisasi manuskrip Al-Qur’an Ulama Aceh
Indonesia
•
29 Aug 2026

Presiden luncurkan Program PLTS 100 GWp, targetkan pembangunan dalam tiga tahun
Indonesia
•
26 Aug 2026

Kemnaker tegaskan sinergi dengan ILO hadapi perubahan dunia kerja
Indonesia
•
26 Aug 2026

Presiden pastikan karhutla Riau dituntaskan, 15.000 hektare berhasil ditangani
Indonesia
•
25 Aug 2026
