
Indonesia hentikan ekspor gas bumi pada 2036 untuk penuhi kebutuhan domestik

Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto berbicara pada acara Road to CNBC Indonesia Awards di Jakarta, Selasa (31/10/2023). (Kementerian ESDM)
Ekspor gas bumi Indonesia akan dihentikan pada 2036 dan dialihkan 100 persen untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional.
Jakarta (Indonesia Window) – Indonesia tidak akan lagi melakukan kegiatan ekspor gas bumi pada 2036 dan mengalihkan 100 persen produksi energi ini untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional."Kita sudah tidak ekspor gas lagi tahun 2036, kita manfaatkan untuk dalam negeri, dengan catatan infrastrukturnya sudah lengkap," kata Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto pada acara Road to CNBC Indonesia Awards di Jakarta, Selasa (31/10), dikutip dari laman resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).Djoko mengatakan untuk menghentikan ekspor tersebut, pemerintah tengah menggenjot pembangunan infrastruktur pendukung gas bumi. Diantaranya adalah dengan pembangunan pipa gas bumi Cirebon-Semarang (Cisem) dan Dumai-Sei Mangke.Pembiayaan proyek-proyek tersebut menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui skema multi years. Kebutuhan anggaran pembangunan pipa gas Cisem mencapai 4,47 triliun rupiah dan Dumai-Sei Mangke sebesar 6,6 triliun rupiah.Dengan pembangunan infrastruktur pipa gas bumi itu, maka pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan domestik diharapkan akan meningkat, ujar Djoko, seraya menambahkan bahwa salah satu pembangunan tersebut adalah jaringan gas bumi (jargas) untuk rumah tangga."Sekarang sudah hampir 900.000 sambungan rumah tangga, dengan APBN 80 persen, dan 20 persen sisanya dilakukan oleh PT. PGN," jelasnya.Selain itu, guna meningkatkan pemanfaatan gas untuk kebutuhan domestik, pemerintah telah mematok harga gas industri sebesar 6 dolar AS per MMBtu (One million British Thermal Units). Hal ini bertujuan menarik investor untuk datang ke Indonesia."Investor bisa datang dan membangun pabriknya di sini, karena harga gasnya murah, sehingga akan menimbulkan multiplier effect," imbuh Djoko.Hingga saat ini, pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan domestik mencapai 68 persen dari total produksi gas bumi Indonesia sebesar 5.446,90 BBtud (billion british thermal unit per day), dan sisanya untuk ekspor ke pasar luar negeri.Pada 2022 nilai ekspor LNG (liquefied natural gas) Indonesia secara total tercatat mencapai 6,6 miliar dolar AS atau naik dari 4,6 miliar dolar AS di tahun 2021. Sementara itu, nilai ekspor gas melalui pipa di tahun 2022 sebesar 3,13 miliar dolar AS, atau meningkat dibandingkan tahun 2021 senilai 2,84 miliar dolar AS.*1 dolar AS = 15.840 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

UIN Walisongo dan Jiangsu Normal University jalin kerja sama pendidikan
Indonesia
•
19 Jun 2024

Presiden Prabowo, Presiden Zardari bertemu di Aiwan-e-Sadr
Indonesia
•
10 Dec 2025

Polisi telah terima 14 kantong jenazah korban kebakaran depo Pertamina
Indonesia
•
04 Mar 2023

Arab Saudi izinkan penumpang Indonesia masuk langsung mulai 1 Desember
Indonesia
•
26 Nov 2021


Berita Terbaru

Analisis – Meng-konversikan bonus demografi Indonesia menjadi bonus peradaban
Indonesia
•
17 Jul 2026

Indonesia masuk barisan pendiri organisasi AI Dunia, langkah baru di era kecerdasan buatan
Indonesia
•
17 Jul 2026

Indonesia, India bahas strategi tingkatkan kompetensi tenaga kerja di era digital
Indonesia
•
16 Jul 2026

Ketua DPD RI harapkan kemitraan Indonesia-China perkuat pembangunan jangka panjang
Indonesia
•
16 Jul 2026
