
Eksperimen siklus hidup padi dan Arabidopsis dilakukan di stasiun luar angkasa China

Foto yang diabadikan pada 29 Agustus 2022 ini menunjukkan unit eksperimental dari sampel benih Arabidopsis yang sama dengan yang digunakan di modul laboratorium Wentian China, di Center for Excellence in Molecular Plant Sciences yang berada di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS) di Shanghai, China timur. (Xinhua/Zhang Jiansong)
Eksperimen siklus hidup tanaman di luar angkasa dilakukan oleh para ilmuwan China, dengan mengembangbiakkan padi dan Arabidopsis di stasiun luar angkasa negara itu mulai 29 Juli hingga 25 November, dan berhasil memperoleh benih dari kedua jenis tanaman tersebut.
Beijing, China (Xinhua) – Para ilmuwan China telah merampungkan eksperimen pertumbuhan siklus hidup padi dan Arabidopsis di stasiun luar angkasa China, dan berhasil memperoleh benih dari kedua jenis tanaman tersebut, demikian diungkapkan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS) pada Senin (5/12).Dengan pendaratan aman kapsul pembawa pulang (return capsule) pesawat luar angkasa Shenzhou-14 di situs pendaratan Dongfeng pada Ahad (4/12) malam waktu setempat, benih padi dan Arabidopsis yang telah menjalani siklus hidup selama 120 hari itu dikirim ke sistem aplikasi luar angkasa program antariksa berawak China beserta sejumlah sampel lainnya.Menurut laman situs jejaring CAS, para ilmuwan di seluruh dunia sebelumnya hanya berhasil memperoleh benih dari beberapa jenis tanaman seperti Arabidopsis, rapeseed, gandum, dan kacang polong di luar angkasa, kecuali untuk salah satu jenis tanaman pangan utama yaitu padi.Tim peneliti China telah merampungkan eksperimen pertumbuhan siklus hidup penuh padi untuk kali pertama di dunia. Mereka juga secara sistematis mempelajari efek mikrogravitasi pada proses pembungaan di luar angkasa dengan menggunakan tanaman model Arabidopsis, papar CAS.Eksperimen tersebut, yang dilakukan oleh Center for Excellence in Molecular Plant Sciences di bawah naungan CAS, dilaksanakan dari 29 Juli hingga 25 November.Selama periode itu, para astronaut mengumpulkan sampel padi di tahap perkecambahan pada 21 September, sampel Arabidopsis di tahap pembungaan pada 12 Oktober, dan kedua sampel di tahap kematangan benih pada 25 November. Sampel-sampel tersebut kemudian disimpan di perangkat penyimpanan kriogenik.Menurut CAS, sampel-sampel tersebut akan dikirim ke laboratorium di Shanghai untuk pengujian dan analisis ilmiah lebih lanjut.Melalui analisis gambar yang diperoleh dari luar angkasa, para ilmuwan menemukan efek mikrogravitasi luar angkasa terhadap berbagai sifat agronomi padi, termasuk tinggi tanaman, laju pertumbuhan, pengaturan air, respons terhadap cahaya, dan sifat-sifat lainnya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Tim arkeolog temukan makam dan fondasi rumah kuno di Liaoning, China timur laut
Indonesia
•
07 Sep 2023

NASA kirim ‘rover’ VIPER ke Kutub Selatan Bulan pada 2027 untuk mencari air
Indonesia
•
21 Oct 2026

Enam situs di China dinobatkan sebagai Taman Bumi Global UNESCO
Indonesia
•
31 Mar 2024

Ilmuwan China kembangkan metode artifisial baru untuk sintesis heksosa dari CO2
Indonesia
•
22 Aug 2023


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
