
Disney mulai pangkas 1.000 pekerjaan

Orang-orang mengunjungi Disneyland Resort di Anaheim, California, Amerika Serikat, pada 26 Januari 2023. (Xinhua/Zeng Hui)
Disney mempekerjakan sekitar 230.000 orang per akhir 2025, yang berarti PHK 1.000 pekerjaan saat ini akan berdampak terhadap kurang dari 1 persen dari tenaga kerja globalnya.
Los Angeles, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) - Raksasa hiburan dan media Amerika Serikat (AS), Disney, pada Selasa (14/4) mulai memangkas hingga 1.000 pekerjaan dalam salah satu langkah signifikan pertama di bawah CEO barunya, Josh D'Amaro.
"Kita telah mengalami banyak perubahan dalam beberapa tahun terakhir, baik di perusahaan maupun di seluruh industri kita," tulis D'Amaro dalam memo yang diterima sejumlah outlet media.
Disney "akan memangkas sejumlah posisi di beberapa sektor bisnis dan telah mulai memberi tahu karyawan yang terdampak," ujarnya.
"Selama beberapa bulan terakhir, kami telah mencari berbagai cara untuk merampingkan kegiatan operasional di sejumlah sektor perusahaan guna memastikan kita bisa menghadirkan kreativitas dan inovasi kelas dunia yang dihargai dan diharapkan para penggemar dari Disney," tulis D'Amaro dalam memonya.
"Dengan pesatnya laju industri kita, kita perlu terus mengevaluasi bagaimana cara membina tenaga kerja yang lebih tangkas dan didukung teknologi guna memenuhi kebutuhan masa depan," ujarnya.
Sang CEO menyatakan bahwa pemutusan hubungan kerja (PHK) tersebut merupakan bagian dari proses peninjauan yang sedang berjalan terhadap cara mengelola sumber daya secara lebih efektif dan melakukan reinvestasi dalam bisnis.
PHK tersebut akan berdampak terhadap studio televisi dan film Disney, raksasa olahraga ESPN, serta unit produk dan teknologi, fungsi korporat, dan pemasaran, menurut laporan Los Angeles Times pada Selasa, mengutip sumber anonim.
Laporan itu menyebutkan bahwa Disney mempekerjakan sekitar 230.000 orang per akhir tahun lalu, yang berarti PHK tersebut akan berdampak terhadap kurang dari 1 persen dari tenaga kerja globalnya.
Seperti banyak studio Hollywood lainnya, Disney sedang berusaha menyesuaikan diri dengan profit yang lebih kecil dari layanan streaming dibanding apa yang dahulu diperolehnya dari siaran televisi konvensional, serta dengan penurunan keuntungan box office dan persaingan ketat dari sejumlah perusahaan teknologi, menurut laporan tersebut.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Zona pengembangan nasional China jaga kestabilan perdagangan dan investasi luar negeri
Indonesia
•
02 Jan 2024

Trump sebut tarif 25 persen untuk Meksiko dan Kanada mulai berlaku pada 4 Maret
Indonesia
•
04 Mar 2025

Apple resmikan gerai retail terbesarnya di China Daratan
Indonesia
•
22 Mar 2024

Ladang angin lepas pantai raksasa di China hasilkan daya 1 miliar kWh
Indonesia
•
28 Mar 2022


Berita Terbaru

Fokus Berita – Dari Bishkek hingga New Delhi, Xi Jinping dorong kerja sama Global South
Indonesia
•
12 Sep 2026

Harga minyak WTI tembus 100 dolar AS per barel, konflik Timur Tengah Memanas
Indonesia
•
12 Sep 2026

Feature – Warga Xinglong minum lebih dari 200 cangkir kopi setahun saat industri kopi China tembus 928 triliun rupiah
Indonesia
•
12 Sep 2026

El Nino ancam inflasi Indonesia, harga beras hingga jagung diprediksi melonjak
Indonesia
•
10 Sep 2026
