
Peneliti China dan Yunani kembangkan dataset iklim baru

Foto yang diabadikan pada 17 Juni 2022 memperlihatkan dasar sungai yang mengering di Turin, Italia, saat gelombang panas menyapu negara itu. (Xinhua/Str)
Dataset iklim baru sejak 1960 dikumpulkan oleh kolaborasi para peneliti China dan Yunani, mencakup rangkaian suhu dan presipitasi bulanan serta harian yang dihomogenisasi.
Beijing, China (Xinhua) – Para peneliti China dan Yunani berkolaborasi mengembangkan kumpulan data (dataset) iklim baru bagi kedua negara sejak 1960, menurut Institut Fisika Atmosfer (Institute of Atmospheric Physics/IAP) yang berada di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS).Sebuah makalah terkait telah diterbitkan di jurnal Advances in Atmospheric Sciences.Menggunakan beberapa metode, para peneliti China dari IAP bekerja sama dengan para peneliti Yunani di Laboratorium Fisika Atmosfer (Laboratory of Atmospheric Physics/LAP), Universitas Patras, dan Badan Layanan Meteorologi Nasional Yunani (Hellenic National Meteorological Service), menghasilkan dataset baru yang mencakup rangkaian suhu dan presipitasi bulanan serta harian yang dihomogenisasi.Menurut para peneliti, homogenisasi data melibatkan penyesuaian bias dalam data mentah yang disebabkan oleh faktor noniklim, seperti relokasi stasiun dan perubahan protokol pengamatan dan instrumentasi sebelum penerapan berikutnya.Data baru itu menunjukkan bahwa ada tren pemanasan yang jauh lebih kuat di China dibandingkan di Yunani sejak 1960. Selain itu, total presipitasi tahunan meningkat di China namun menurun di Yunani selama beberapa dekade terakhir.Data iklim baru yang dihomogenisasi itu menyajikan representasi yang lebih masuk akal dibandingkan data mentah dari pola perubahan iklim skala besar di kedua negara, kata IAP.Para peneliti percaya bahwa dataset baru itu menyediakan basis data (database) berkualitas tinggi untuk mempelajari variasi dan perubahan iklim regional, terutama ketika berhadapan dengan cuaca ekstrem dan peristiwa iklim di China, Yunani, dan wilayah-wilayah yang berdekatan di Asia dan Eropa.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Tim ilmuwan China ciptakan strain padi yang dapat tingkatkan kesehatan jantung
Indonesia
•
18 Feb 2025

Raksasa teknologi Huawei China bantu Thailand jadi pusat pengembangan AI regional
Indonesia
•
21 Dec 2023

Metode genetik baru permudah pembedaan jenis kelamin nyamuk, tingkatkan pengendalian penyakit
Indonesia
•
19 Dec 2025

Ilmuwan China kembangkan teknologi percetakan berwarna tanpa tinta
Indonesia
•
01 Mar 2023


Berita Terbaru

China perluas stasiun luar angkasa Tiangong, siap berubah jadi kompleks antariksa raksasa
Indonesia
•
24 Jun 2026

China klaim AI-nya tumbuh eksplosif! Konsumsi token harian capai 100 triliun
Indonesia
•
24 Jun 2026

Ada teknologi yang bisa memprediksi dunia dan vaksin yang melawan kanker, ini 10 inovasi terbesar 2026
Indonesia
•
23 Jun 2026

Terobosan AI untuk MRI kanker: Pemindaian lebih cepat, akurat, dan deteksi tumor lebih dini
Indonesia
•
23 Jun 2026
