
China uji internet satelit di Arktika, lebih dari 100 GB data berhasil dikirim

Anggota tim ekspedisi ilmiah Samudra Arktika ke-16 Tiongkok bekerja di atas permukaan es Samudra Arktika pada 9 Agustus 2026. (Xinhua/Wen Jinghua)
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Tim ekspedisi Samudra Arktika ke-16 China pada Senin (19/10) menyatakan bahwa kapal pemecah es (icebreaker) kutub Jidi telah menyelesaikan uji penerapan praoperasional internet satelit buatan dalam negeri China di sepanjang rute pelayaran Arktika.
Pelayaran tersebut menandai verifikasi pertama yang berhasil atas komunikasi berjaringan di Arktika, Antarktika, dan Dataran Tinggi Qinghai-Xizang, yang juga dikenal sebagai "Kutub Ketiga" Bumi, sekaligus menutup celah terakhir dalam cakupan komunikasi di dunia, kata tim ekspedisi tersebut.
Diselenggarakan oleh Kementerian Sumber Daya Alam China, ekspedisi tersebut berangkat pada 3 Juli. Jidi, yang dalam bahasa Mandarin berarti ‘kawasan kutub’, merupakan salah satu dari empat kapal penelitian ekspedisi tersebut.
Menurut tim ekspedisi, suara dan video terdengar serta terlihat jernih dan lancar selama tautan video yang menghubungkan kapal pemecah es tersebut di Arktika, Stasiun Qinling di Antarktika, stasiun uji Sungai Lhasa di Daerah Otonom Xizang, dan sebuah biro kementerian yang berbasis di Qingdao, kota pesisir di China timur.
Tautan tersebut memungkinkan komunikasi global berlatensi rendah dan dengan bandwidth tinggi melalui internet satelit China, sekaligus memverifikasi stabilitasnya dalam kondisi sulit seperti suhu ekstrem rendah, badai pasir dahsyat, dan kabut es.
Pelayaran tersebut juga menandai penggunaan pertama internet satelit dalam negeri China untuk dukungan medis di kutub. Tim ekspedisi Samudra Arktika mengatakan Jidi telah melakukan konsultasi video kapal ke darat beresolusi tinggi dengan rumah sakit dan para pakar di Qingdao, sehingga memungkinkan penilaian medis yang tepat waktu bagi para anggotanya.
Pencapaian lain selama pelayaran tersebut adalah sebuah pelampung hanyut laut buatan dalam negeri China bernama Zhigan, yang untuk pertama kalinya memungkinkan peralatan survei China memegang kendali penuh atas pengumpulan dan transmisi data. Karena kecepatan dan kualitas transmisinya memenuhi persyaratan praktis dalam uji coba, pelampung ini menawarkan alternatif bagi penggunaan satelit internasional yang selama ini lazim dipakai untuk transmisi data pengindraan samudra secara waktu nyata (real-time).
Zhang Meng, anggota ekspedisi sekaligus penguji di lokasi, mengatakan bahwa kapal Jidi telah mengirim dan menerima lebih dari 300 berkas dengan total data lebih dari 100 gigabita serta mendukung lebih dari 40 konsultasi video selama pelayaran tersebut.
"Uji komunikasi ini telah membantu mengatasi isolasi informasi, yang menjadi tantangan dalam ekspedisi kutub, serta memverifikasi dukungan komunikasi sepanjang pelayaran berbasis internet satelit China," ujar Zhang.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

‘Biomarker’ darah baru bantu identifikasi dini penyakit Alzheimer
Indonesia
•
16 Mar 2023

Tim ilmuwan China berhasil kembangkan metode baru daur ulang plastik
Indonesia
•
06 Jul 2023

Para ilmuwan temukan gletser paling tebal di Dataran Tinggi Qinghai-Xizang
Indonesia
•
01 Oct 2024

Huawei luncurkan ekosistem perangkat lunak cip berbasis ‘Open-Source’
Indonesia
•
08 Aug 2025


Berita Terbaru

Makin banyak makan buah, risiko gejala depresi remaja makin turun
Indonesia
•
20 Oct 2026

Yunani resmikan superkomputer 85,69 petaflop, masuk 31 terkuat di dunia
Indonesia
•
20 Oct 2026

Jepang incar 10 gram sampel dari bulan Mars, hasilnya diharapkan tiba pada 2031
Indonesia
•
20 Oct 2026

13,6 juta warga Australia gunakan AI setiap hari, kelompok usia produktif mendominasi
Indonesia
•
20 Oct 2026
