
Anak-anak di Asia Selatan hadapi krisis gizi yang kian parah

Foto yang diabadikan pada 3 Oktober 2023 ini menunjukkan bangsal untuk penderita malnutrisi di sebuah rumah sakit di Provinsi Kunduz, Afghanistan. Lebih dari 1 juta ibu dan anak di Afghanistan tidak lagi menerima bantuan gizi akibat kekurangan dana yang sangat besar, demikian diumumkan Program Pangan Dunia (WFP) Afghanistan pada Senin (2/10) di media sosial. (Xinhua/Ahmadi)
Anak-anak di Asia Selatan menghadapi krisis gizi yang semakin parah, dengan jutaan orang menderita kekurangan gizi, anemia, dan obesitas.
Dhaka, Bangladesh (Xinhua/Indonesia Window) – Anak-anak di seluruh Asia Selatan menghadapi krisis gizi yang semakin parah, dengan jutaan orang menderita kekurangan gizi, anemia, dan obesitas, demikian menurut sebuah laporan yang dirilis oleh Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) di Dhaka pada Rabu (10/9).UNICEF memperingatkan bahwa jika tindakan tidak segera diambil, masa depan jutaan anak akan terancam.Laporan terbaru UNICEF bertajuk ‘Feeding Profit: How Food Environments are Failing Children’ menemukan bahwa jumlah anak berusia 5-19 tahun yang mengalami kelebihan berat badan meningkat lima kali lipat menjadi 70 juta di Asia Selatan sejak tahun 2000.Meski 48 persen remaja sekolah di wilayah tersebut melaporkan bahwa sekolah mereka menyediakan layanan makanan, seperti kantin atau warung makanan ringan, kualitas makanan yang tersedia menjadi perhatian utama.Pilihan makanan yang tidak sehat, termasuk makanan ringan kemasan (61 persen), makanan cepat saji (55 persen), dan minuman manis (55 persen), dilaporkan sangat umum ditemukan.Secara khusus, UNICEF menyebutkan bahwa pola ini sangat mencolok di Bangladesh.Laporan tersebut mengungkapkan bahwa makanan kemasan dan cepat saji lebih banyak ditemukan daripada alternatif yang lebih sehat, seperti makanan yang baru dimasak, sayur-sayuran segar, dan buah-buahan segar.Tren ini merupakan kontributor utama terhadap meningkatnya tantangan kesehatan masyarakat terkait kelebihan berat badan dan obesitas pada anak.Walau saat ini hanya 8 persen anak di Bangladesh yang mengalami kelebihan berat badan, mudahnya akses terhadap makanan tidak sehat di lingkungan kritis seperti sekolah menimbulkan risiko yang signifikan terhadap hasil kesehatan di masa mendatang.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Laporan kejahatan bermotif kebencian di AS meningkat
Indonesia
•
24 Aug 2022

COVID-19 – Sekitar 15,5 juta anak di AS terinfeksi
Indonesia
•
01 Mar 2023

Siswa MAN 2 Kota Malang jadi peserta pria terbaik di KTT Pemuda di Istanbul
Indonesia
•
28 Feb 2025

3.000 tahun lalu Firaun rayakan ulang tahun
Indonesia
•
04 Jul 2020


Berita Terbaru

Feature – Rumah prefabrikasi bantu korban gempa Xizang di China punya hunian nyaman dalam 3 hari
Indonesia
•
27 Oct 2026

Untuk pertama kalinya, demensia jadi penyebab lebih dari 10 persen kematian di Australia
Indonesia
•
27 Oct 2026

Kampung Silat Betawi Rawa Belong diresmikan sebagai Kampung Budaya 2026
Indonesia
•
25 Oct 2026

7 orang hilang usai gedung bertingkat runtuh di Kenya, pencarian berlanjut
Indonesia
•
25 Oct 2026
