78 orang tewas, 30 hilang akibat gempa bermagnitudo 7,8 di Filipina selatan

Foto yang diabadikan menggunakan 'drone' pada 11 Juni 2026 ini menunjukkan sebuah bangunan tempat tinggal yang rusak akibat gempa bumi di Glan, Provinsi Sarangani, Filipina. (Xinhua)

Manila, Filipina (Xinhua/Indonesia Window) – Sedikitnya 78 orang tewas dan 30 lainnya masih dinyatakan hilang setelah gempa bermagnitudo 7,8 mengguncang lepas pantai Provinsi Sarangani di Filipina selatan pada 8 Juni, menurut Dewan Penanggulangan dan Mitigasi Risiko Bencana Nasional (National Disaster Risk Reduction and Management Council/NDRRMC) Filipina pada Kamis (18/6).

Menurut NDRRMC, gempa bumi tersebut berdampak terhadap lebih dari 357.000 keluarga, atau sekitar 1,5 juta orang. Di antara mereka yang terdampak, sekitar 5.500 keluarga atau hampir 22.000 individu saat ini tinggal di 47 pusat evakuasi.

Sekitar 74.700 rumah mengalami kerusakan, dengan 13.700 di antaranya dinyatakan "rusak total". Sebanyak 774 fasilitas infrastruktur rusak, memicu kerugian sebesar 1,29 miliar peso. Kerugian di sektor pertanian diperkirakan mencapai 29,8 juta peso, kata dewan tersebut.

*1 peso = 294 rupiah

Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina menyatakan bahwa gempa tektonik tersebut terjadi pada 8 Juni pukul 07.37 waktu setempat pada kedalaman 33 km, dengan pusat gempa 32 km barat daya pesisir Maasim di Provinsi Sarangani, Pulau Mindanao.

Filipina kerap mengalami aktivitas seismik karena lokasinya yang berada di sepanjang ‘Cincin Api’ Pasifik, yaitu zona batas lempeng tektonik utama yang dikenal sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi.

Laporan: Redaksi

 

Bagikan

Komentar

Berita Terkait