WHO: Jumlah penderita kanker naik 60 persen dalam dua dekade

WHO: Jumlah penderita kanker naik 60 persen dalam dua dekade
Ilustrasi fasilitas kesehatan. (Photo by sandro porfirio on Unsplash)

Jakarta (Indonesia Window) – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa jumlah penderita kanker di dunia akan mengalami peningkatan sebesar 60 persen selama dua dekade mendatang jika tren saat ini berlanjut, demikian dikutip dari Kantor Berita Anadolu.

“Peningkatan terbesar (diperkirakan 81 persen) dalam kasus baru akan terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah di mana tingkat kelangsungan hidup saat ini merupakan yang terendah,” sebut WHO dalam sebuah pernyataan pada Selasa, menandai Hari Kanker Dunia.

Pada 2019, lebih dari 90 persen negara berpenghasilan tinggi melaporkan bahwa layanan perawatan komprehensif untuk kanker tersedia dalam sistem kesehatan masyarakat. Sementara itu, layanan tersebut hanya tersedia di kurang dari 15 persen negara berpenghasilan rendah.

“Setidaknya tujuh juta jiwa dapat diselamatkan selama dekade berikutnya dengan mengidentifikasi ilmu pengetahuan yang paling tepat untuk setiap situasi negara, berdasarkan respons kanker yang kuat pada cakupan kesehatan universal, dan dengan memobilisasi pemangku kepentingan yang berbeda untuk bekerja bersama,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Badan kesehatan PBB menyoroti serangkaian intervensi terbukti mencegah kasus kanker baru, termasuk mengendalikan penggunaan tembakau yang bertanggung jawab atas 25 peren kematian akibat kanker, vaksinasi terhadap Hepatitis B untuk mencegah kanker hati, menghilangkan kanker serviks dengan memvaksinasi HPV, skrining dan perawatan.

Namun, menurut WHO, layanan kesehatan di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah tidak dilengkapi dengan sarana untuk mencegah, mendiagnosis dan mengobati kanker.

Pernyataan WHO menyebutkan bahwa negara-negara tersebut memfokuskan sumber daya mereka yang terbatas untuk memerangi penyakit menular serta meningkatkan kesehatan ibu dan anak alih-alih melawan kanker.

“Ini adalah seruan untuk kita semua untuk mengatasi ketidaksetaraan yang tidak dapat diterima antara layanan kanker di negara-negara kaya dan miskin,” kata Dr. Ren Minghui, asisten direktur jenderal di WHO.

Hari Kanker Sedunia yang diperingati setiap tahun pada 4 Februari, bertujuan meningkatkan kesadaran akan penyakit mematikan dan mendorong upaya pencegahan, deteksi, dan pengobatannya.

Setiap tahun, organisasi International Union Against Cancer (UICC) bersama dengan organisasi lain meluncurkan kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kanker dan memberikan informasi tentang cara mengurangi risiko perkembangan penyakit itu.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here