Warga Taiwan makan plastik setara satu sedotan per tahun lewat ‘seafood’

Warga Taiwan makan plastik setara satu sedotan per tahun lewat ‘seafood’
Ilustrasi. Orang dewasa Taiwan yang makan makanan laut diperkirakan mengonsumsi lebih dari 16.000 potong mikroplastik setahun, atau setara dengan berat satu sedotan. (Naja Bertolt Jensen on Unsplash)

Jakarta (Indonesia Window) – Orang dewasa Taiwan yang makan makanan laut diperkirakan mengonsumsi lebih dari 16.000 potong mikroplastik setahun, atau setara dengan berat satu sedotan, kata kelompok lingkungan Greenpeace dalam laporan Kantor Berita Taiwan (CNA) yang dikutip di Jakarta, Ahad.

Perkiraan tersebut diperoleh setelah Greepeace mengkaji lima makalah yang ditulis oleh para peneliti Taiwan tentang jumlah mikroplastik yang ditemukan dalam makanan laut, dan kemudian menerapkan temuan tersebut ke hasil survei tentang kebiasaan makan di Taiwan.

Kesimpulan mereka adalah bahwa orang Taiwan berusia 19 hingga 65 tahun yang makan makanan laut mengkonsumsi rata-rata 50 kilogram makanan laut setahun, dan dalam prosesnya memakan setidaknya 16.300 potong mikroplastik yang panjangnya 5 milimeter per satu potong.

Mayoritas plastik itu, atau sebanyak 14.773 potong, berasal dari konsumsi makanan laut seperti tiram, kerang hijau dan kerang dara (kerang putih), yang mengandung mikroplastik dalam jumlah lebih tinggi dalam sistem mereka karena mereka adalah filter feeder, kata kelompok itu.

Filter feeder atau hewan penyaring memakan partikel dan materi organik dan makhluk hidup yang tersuspensi di air.

Menurut Greenpiece, sekitar 755 potong mikroplastik yang masuk ke dalam tubuh manusia berasal dari konsumsi cephalopoda, termasuk gurita dan cumi-cumi, dan 796 potong dari ikan.

Secara kolektif, potongan-potongan plastik tersebut memiliki berat sekitar 1,05 gram, yang setara dengan satu buah sedotan plastik.

Tang An, direktur proyek di Greenpeace Taiwan, mengatakan bahwa kebijakan pemerintah saat ini gagal mengurangi jumlah plastik yang digunakan wargaTaiwan.

Kelompok tersebut telah meminta Administrasi Perlindungan Lingkungan untuk memperkenalkan lebih banyak kebijakan dalam hal ini, termasuk mengatur jumlah plastik yang digunakan dalam makanan yang dikirim, dan dibawa pulang oleh para pelanggan.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here