Vietnam lisensikan lagi dua vaksin demam babi Afrika pada akhir tahun

Vietnam lisensikan lagi dua vaksin demam babi Afrika pada akhir tahun
Ilustrasi. Wabah demam babi Afrika pertama kali terdeteksi di Vietnam pada Februari 2019, kemudian menyebar ke 63 provinsi dan kota di seluruh negara ini, menyebabkan lebih dari 6 juta babi dimusnahkan.(OpenClipart-Vectors from Pixabay)
Advertiser Popin

Jakarta (Indonesia Window) – Dua vaksin lagi untuk melawan African swine fever (ASF) atau demam babi Afrika yang dikembangkan oleh AVAC Vietnam Co., Ltd. dan Dabaco Group JSC, akan dilisensikan di Vietnam pada akhir tahun ini.

Pengujian vaksin AVAC ASF LIVE dimulai di peternakan babi pada Maret 2022, dengan tingkat kemanjuran mencapai 95 persen. AVAC sedang menyelesaikan langkah hukum untuk mendaftarkan peredaran vaksin.

Sementara itu, vaksin DACOVAC-ASF2 Dabaco telah diuji dan dievaluasi sejak Maret 2022.

Wabah demam babi Afrika pertama kali terdeteksi di Vietnam pada Februari 2019, kemudian menyebar ke 63 provinsi dan kota di seluruh negara ini, menyebabkan lebih dari 6 juta babi dimusnahkan.

Penyakit ini merugikan Vietnam lebih dari 30 triliun VND (sekitar 18,7 triliun rupiah), dan mempengaruhi indeks harga konsumen nasional (CPI) pada tahun 2020. Saat ini, masih banyak kasus ASF dilaporkan di sejumlah daerah di seluruh wilayah Vietnam.

Vietnam baru-baru ini mengesahkan peredaran komersial vaksin NAVET-ASFVAC yang diproduksi oleh Navetco National Veterinary JSC (Navetco), membantu negara tersebut menjadi yang pertama di dunia berhasil meneliti dan memproduksi vaksin melawan demam babi Afrika, dan melisensikan peredaran komersialnya.

Perusahaan ini mulai mengembangkan vaksin pada Februari 2020 dengan bantuan para ahli AS.

Setelah uji laboratorium, vaksin tersebut terbukti mampu melindungi setidaknya 80 persen babi yang diimunisasi, yang mempertahankan kekebalan selama enam bulan.

Sumber: VNA

Laporan: Redaksi

Advertiser Popin

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here