Vaksin TBC buatan ilmuan Indonesia akan diproduksi di Ukraina

Vaksin TBC buatan ilmuan Indonesia akan diproduksi di Ukraina
Vaksin TBC (tuberculosis) buatan ilmuan Indonesia, Dr. Satria Arief Prabowo, akan diproduksi oleh perusahaan LLC Pravitna Genius Sel di Ukraina milik Petrus Freddy Cahyono yang merupakan warga Indonesia. (KBRI di Kyiv)

Jakarta (Indonesia Window) – Vaksin TBC (tuberculosis) buatan ilmuan Indonesia, Dr. Satria Arief Prabowo, akan diproduksi oleh perusahaan LLC Pravitna Genius Sel di Ukraina milik Petrus Freddy Cahyono yang merupakan warga Indonesia, menurut pernyataan dari Kedutaan Besar RI di Kyiv yang diterima di Jakarta, Kamis.

Satria Arief Prabowo adalah doktor termuda di Indonesia yang merupakan peneliti vaksin, sementara Petrus Freddy Cahyono adalah investor outbound Indonesia.

Rencana produksi vaksin tersebut ditandai dengan penandanganan Letter of Intent (LoI) antara LLC Pravitna Genius Sel dan Immunitor Ltd dari Kanada di Brovary, Ukraina pada Rabu (7/10).

Pada kesempatan tersebut, Duta Besar Indonesia untuk Ukraina, Georgia, dan Armenia, Yuddy Chrisnandi, menyatakan bahwa vaksin buatan putra Indonesia tersebut akan diproduksi di Ukraina, serta  dipasarkan ke negara-negara Eropa lainnya dan Indonesia.

“Ini bukan hanya berita yang menggembirakan bagi Indonesia dan Ukraina. Kerja sama produksi vaksin ini tidak semata-mata akan mendatangkan keuntungan bagi kedua negara, tetapi juga bagi kesehatan dan keselamatan umat manusia,” ujar Dubes Yuddy.

Sementara itu, Dr. Satria dalam keterangan persnya menjelaskan vaksin TBC temuan timnya istimewa karena merupakan vaksin oral dalam bentuk tablet.

Vaksin tablet tersebut dapat langsung bereaksi dalam tubuh dan dapat berfungsi sebagai suplemen daya tahan tubuh.

Petrus Cahyono menambahkaan bahwa vaksin tersebut juga memiliki kemampuan untuk melindungi sel di dalam tubuh sehingga tidak terjangkit COVID-19.

Dengan demikian, menurut dia, vaksin TBC tersebut bisa dikembangkan sebagai alternatif untuk menyembuhkan penderita COVID-19.

Peneliti vaksin dan perusahaan produsen vaksin akan melakukan penelitian lebih lanjut tentang hal tersebut, ujarnya.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here