UNICEF pimpin distribusi global vaksin ebola

UNICEF pimpin distribusi global vaksin ebola
Ilustrasi. UNICEF (Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa) atas nama Kelompok Koordinasi Internasional (ICG) memimpin pengelolaan persediaan, alokasi dan distribusi vaskin, termasuk untuk mengatasi wabah ebola kolera, meningitis dan demam kuning. (Markus Spiske on Unsplash)

Jakarta (Indonesia Window) – UNICEF (Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa) atas nama Kelompok Koordinasi Internasional (ICG) memimpin pengelolaan persediaan, alokasi dan distribusi vaskin, termasuk untuk mengatasi wabah ebola kolera, meningitis dan demam kuning.

Selain UNICEF, organisasi lain yang tergabung dalam International Coordinating Group (ICG) adalah Federasi Internasional Masyarakat Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), dan Médecins Sans Frontières (MSF) yang juga dikenal sebagai Doctors Without Borders berkedudukan di Swiss.

Cadangan vaksin disimpan di Swiss dan siap dikirim ke negara-negara untuk tanggap darurat.

Keputusan untuk mengalokasikan vaksin akan dibuat dalam waktu 48 jam setelah menerima permintaan dari suatu negara.

Vaksin akan tersedia bersama dengan kemasan rantai ultra-dingin oleh pabrikan untuk dikirim ke negara-negara dalam waktu 48 jam setelah keputusan diambil.

Waktu pengiriman keseluruhan yang ditargetkan dari stockpile ke negara tujuan adalah tujuh hari.

“Kami tahu bahwa dalam hal wabah penyakit, kesiapsiagaan adalah kuncinya. Persediaan vaksin ebola ini adalah pencapaian yang luar biasa, yang memungkinkan kami mengirimkan vaksin kepada mereka yang paling membutuhkan secepat mungkin,” kata Direktur Eksekutif UNICEF Henrietta Fore.

“Ini adalah tonggak penting. Selama dekade terakhir saja kami telah melihat ebola menghancurkan komunitas di Afrika Barat dan Tengah, selalu menyerang yang paling miskin dan paling rentan,” kata Sekretaris Jenderal IFRC, Jagan Chapagain.

Sementara iti, Manajer Program, MSF Foundation, Natalie Roberts, mengatakan vaksinasi adalah salah satu tindakan paling efektif untuk menanggapi wabah penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin, tidak terkecuali ebola.

Laporan: Raihana Radhwa

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here