AS: Tak ada tempat untuk Rusia pada pertemuan G-20 di Indonesia

Presidensi G20 Indonesia.
Advertiser Popin

Yellen meminta komunitas global untuk meminta pertanggungjawaban Rusia atas perang dan dampak dramatisnya terhadap harga energi dan meningkatnya kerawanan pangan.

 

Jakarta (Indonesia Window) – Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen pada hari Kamis mengatakan bahwa perang Presiden Rusia Vladimir Putin melawan Ukraina menyebabkan limpahan dampak negatif di seluruh dunia, dan karenanya pejabat Rusia tidak mendapat tempat pada pertemuan Kelompok 20 ekonomi utama (G20) di Indonesia.

Berbicara pada konferensi pers di sela-sela pertemuan pejabat keuangan G20 termasuk Indonesia, Yellen meminta komunitas global untuk meminta pertanggungjawaban Rusia atas perang dan dampak dramatisnya terhadap harga energi dan meningkatnya kerawanan pangan.

Yellen menghindari pertanyaan tentang apakah dia akan keluar ketika pejabat Rusia berbicara, seperti yang dia dan para pemimpin Barat lainnya lakukan selama pertemuan terakhir di Washington pada bulan April, tetapi mengatakan dia akan mengutuk invasi Rusia ke Ukraina “dalam istilah yang sekuat mungkin.”

rusia ktt g20 indonesia
Ilustrasi. Rak makanan kosong di sejumlah supermarket di Amerika Serikat karena tindakan ‘panic buying’ sementara stok produk semakin menipis. (John Cameron on Unsplash)

“Saya pikir saya telah menjelaskan bahwa itu tidak bisa menjadi urusan biasa sehubungan dengan partisipasi Rusia pada pertemuan-pertemuan ini,” katanya, seraya menambahkan bahwa dia menantikan untuk menyambut menteri keuangan Ukraina di pertemuan tersebut.

Yellen mengatakan dia akan terus mendorong sekuat tenaga untuk membatasi harga minyak Rusia yang menurutnya upaya ini akan membantu menurunkan harga energi dan mempertahankan aliran minyak global setelah sanksi Eropa dan Inggris serta AS mulai berlaku pada akhir tahun. 

Jika langkah-langkah itu gagal diadopsi, maka harga minyak global akan terdorong lebih tinggi, katanya, seraya berharap bahwa China dan India akan melihat kepentingan mereka dan bersedia untuk berpartisipasi dalam upaya ini.

“Ini akan memberi Rusia cara untuk terus mengekspor minyak … dan itu akan membantu konsumen di seluruh dunia, termasuk di China dan India, menghindari lonjakan harga minyak global,” katanya.

Moskow memulai apa yang disebutnya “operasi militer khusus” di Ukraina pada 24 Februari. Kremlin dijatuhi sanksi oleh Amerika Serikat dan Eropa dalam bentuk perang ekonomi.

Yellen juga membidik China karena enggan berpartisipasi dalam upaya restrukturisasi utang bagi negara-negara berpenghasilan rendah, dan mengatakan salah satu tujuan utamanya adalah mendorong kreditur G20, termasuk China, untuk menyelesaikan keringanan utang bagi negara-negara yang mengalami kesulitan utang.

Amerika Serikat juga akan memberikan hibah sebesar 70 juta dolar AS kepada Dana Moneter Internasional (IMF) untuk program Poverty Reduction and Growth Trust yang memungkinkan IMF untuk terus memberikan pinjaman tanpa bunga ke ekonomi termiskin di dunia.

Sumber: Reuters

Laporan: Redaksi

Advertiser Popin

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here