Teman sholeh vs teman salah

Teman sholeh vs teman salah
Ilustrasi. (ARadhwa)

Teman-teman, apakah kalian tahu apa yang dimaksud teman sholeh? Mereka itu adalah teman yang rajin beribadah dan taat kepada Allah ﷻ dan orang tuanya, juga baik kepada semua orang.

Ya! Bisa dibilang seperti itu. Lebih tepatnya lagi, teman sholeh adalah teman yang bisa membawa kita ke surga.

Siapa yang nggak pengen masuk surga? Semua pasti mau, kan?

Nah, salah satu caranya adalah berkawan dengan teman sholeh.

Gimana kalau nggak ada teman sholeh di dekat kita? Berarti kita dulu yang harus menjadi sholeh atau sholehah agar teman kita juga tertular kebaikan kita.

Mau tahu di mana tempat ngumpulnya teman sholeh dan sholehah?

Tempatnya itu di masjid, karena orang sholeh selalu sholat di masjid. Artinya, dia taatnya kepada Allah ﷻ.

Selain di masjid kita bisa menemukan teman sholeh dan sholehah di sekolah, pengajian, atau tempat kerja bakti.

Pokoknya di tempat-tempat yang banyak orang-orang yang bagus sifatnya.

Contoh sifat bagus itu, mereka selalu mengajak kepada kebaikan. Misalnya, jika sudah waktunya sholat, pasti dia mengajak kita sholat. Kalau ada yang ghibah, dia mengingatkan kita untuk berhenti membicarakan keburukan orang.

Kenapa kita harus punya teman sholeh? Bukankah nanti dikatain pilih-pilih teman?

Nggak gitu juga!

Kita memang harus berteman dengan semuanya, dan tidak boleh pilih-pilih. Jangan pilih-pilih yang cantik aja, yang kaya aja, yang satu suku aja.

Tapi, sebaiknya pilih yang sholeh dansholehah dan akhlaknya baik supaya kita juga bisa ikut menjadi baik.

Aku senang karena punya sahabat-sahabat seperti begini di sekolah.

Oh ya, aku baca dari buku “Seni Bergaul Ala Rasul” karya Didi Junaedi. Ada bagian yang menceritakan tentang sahabat terbaik loh!

Menurut buku itu, sahabat atau teman sholeh itu selalu menunjukkan kebaikan. Mereka akan mengingatkan kita jika kita berbuat salah, meluruskan jika kita melenceng. Dan yang paling penting, sahabat atau teman sholeh itu selalu ada di dekat kita, baik dalam kondisi susah maupun senang.

Ada hadist Rasullulah ﷺ di buku itu yang artinya, “Seseorang itu bergantung pada agama temannya. Maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat siapa temannya.” (HR Abu Dawud no. 4193)

Maksudnya, teman-teman kita sangat besar pengaruhnya dalam kehidupan kita.

Ada juga ungkapan bijak dalam bahasa Arab yang mengatakan, “su’u al-khuluqi yu'”, artinya perilaku negatif itu menular.

Seorang yang awalnya baik, cepat atau lambat bisa menjadi buruk jika bergaul dengan orang-orang yang jelek akhlaqnya, kasar sikapnya, dan jauh dari ajaran agama.

Jadi, teman itu ada juga yang salah. Bahkan, dia bisa membawa kita masuk neraka (naudzubillah!).

Penulis: Atabiya Radhwa Sagena Hasyim [murid kelas 6 SD; tinggal di Samarinda, Kalimantan Timur; penulis novel kembar berjudul “ASGIT 1 & ASGIT 2”, dan buku puisi-pantun berjudul “Sia-sia Saja Air Matamu”]

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here