Studi: X-ray dengan kecerdasan buatan bisa deteksi kanker paru-paru

Ilustrasi. Hasil foto rontgen dada. (Umanoide on Unsplash)

Teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang diterapkan pada rontgen dada menunjukkan hasil yang lebih tinggi dalam mendeteksi kanker paru-paru (0,59 persen) dibandingkan tanpa bantuan AI (0,25 persen).

 

Jakarta (Indonesia Window) – Dengan bantuan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), para ilmuwan mampu mendeteksi kanker paru-paru dalam studi acak.

Diterbitkan pada Selasa (7/2) pekan lalu, studi terbaru menemukan bahwa AI secara signifikan meningkatkan deteksi nodul paru-paru pada rontgen dada.

Nodul paru-paru, yang merupakan pertumbuhan abnormal yang terbentuk di paru-paru, sangat umum dan biasanya terbentuk dari infeksi paru-paru sebelumnya, tetapi dalam kasus yang jarang terjadi, itu bisa menjadi tanda kanker paru-paru.

Studi ini melibatkan 10.476 pasien yang telah menjalani rontgen dada di pusat pemeriksaan kesehatan antara Juni 2020 dan Desember 2021. Pasien secara acak dibagi menjadi dua kelompok, satu yang sinar-Xnya dianalisis oleh ahli radiologi yang dibantu oleh AI, dan yang lainnya tanpa bantuan AI.

Jin Mo Goo, rekan penulis studi dan ahli radiologi di Rumah Sakit Universitas Nasional Seoul di Korea Selatan, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Selasa pekan lalu, bahwa penelitian tersebut memberikan “bukti kuat bahwa AI benar-benar dapat membantu dalam menafsirkan radiografi dada.”

Dia melanjutkan, “Banyak penelitian menunjukkan bahwa perangkat lunak pendeteksi berbantuan komputer berbasis AI dapat meningkatkan kinerja ahli radiologi, tetapi tidak banyak digunakan.”

Tingkat deteksi nodul paru yang dapat ditindaklanjuti pada rontgen dada lebih tinggi ketika dibantu oleh AI (0,59 persen) dibandingkan tanpa bantuan AI (0,25 persen).

“Karena uji coba kami dilakukan dengan pendekatan pragmatis, hampir semua peserta yang terdaftar dilibatkan, yang merupakan pengaturan klinis nyata,” kata Dr. Goo.

Para peneliti berencana untuk melakukan penelitian serupa menggunakan CT (computerized tomography) scan dada, yang juga akan mengidentifikasi hasil klinis dan efisiensi alur kerja.

Penggunaan teknologi kecerdasan buatan dalam pencitraan medis sedang berkembang, dan penelitian ini menyoroti potensinya untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi diagnosis. Dengan hasil yang menjanjikan ini, kemungkinan besar AI akan berperan lebih besar dalam deteksi dini dan pengobatan kanker paru di masa mendatang.

Hasil penelitian tersebut dipublikasikan di Radiology, sebuah jurnal dari Radiological Society of North America (RSNA).

Sumber: Al Arabiya English

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan