Taiwan wajibkan Bahasa Inggris sebagai pengantar di sekolah menengah

Taiwan wajibkan Bahasa Inggris sebagai pengantar di sekolah menengah
Ilustrasi. (Tim Mossholder on Unsplash)

Jakarta (Indonesia Window) – Kementerian Pendidikan Taiwan pada Rabu (8/9) meluncurkan pedoman pengajaran Bahasa Inggris untuk sekolah dasar dan yang bertujuan agar 60 persen sekolah hanya menggunakan Bahasa Inggris untuk mengajar pelajaran Bahasa Inggris pada tahun 2024.

Menteri Pendidikan Pan Wen-chung mengatakan bahwa kementerian telah mengintensifkan upaya untuk melatih guru Bahasa Inggris Taiwan dan merekrut guru Bahasa Inggris asing guna mencapai tujuan Taiwan menjadi negara bilingual (dwibahasa), menurut Kantor Berita CNA.

Pan mengatakan tahun ajaran 2021-2022 akan menjadi awal yang penting untuk pengajaran Bahasa Inggris, dan kementerian menargetkan guru di 60 persen sekolah dasar, serta sekolah menengah pertama dan atas untuk menggunakan hanya Bahasa Inggris saat mengajar kelas Bahasa Inggris pada tahun 2024.

Selain itu, Pan mengatakan penggunaan Bahasa Inggris dalam mengajar mata pelajaran lain di sekolah menengah ke bawah akan diperlukan dalam upaya untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris siswa.

Pada tahun 2024, Kementerian Pendidikan akan meminta guru di sepertujuh sekolah menengah Taiwan dan di bawahnya untuk mengajar sebagian dari mata pelajaran mereka, selain kelas Bahasa Inggris, secara dwibahasa, kata Pan.

Setelah itu, imbuhnya, guru di semua sekolah dasar dan menengah di seluruh Taiwan akan diminta hanya menggunakan Bahasa Inggris untuk mengajar kelas Bahasa Inggris pada tahun 2030.

Pan menambahkan bahwa guru di sepertiga sekolah menengah di seluruh Taiwan akan diminta untuk mengajar sebagian dari pelajaran, selain Bahasa Inggris, secara dwibahasa juga pada tahun 2030.

Sementara itu, Pan mengatakan sekolah menengah berfungsi sebagai penghubung penting ke pendidikan tinggi sehingga Kementerian Pendidikan berencana memiliki 50 sekolah menengah yang menawarkan kelas bilingual secara uji coba mulai dari tahun ajaran 2021-2022.

Pan mengimbau sekolah-sekolah tersebut untuk memanfaatkan anggaran yang akan disediakan oleh Kementerian Pendidikan untuk menjalankan kelas bilingual mereka tahun ini. Menambahkan kelas bilingual akan diperluas ke sekolah lain di masa mendatang.

Selain itu, mulai tahun ajaran 2021-2022, kata Pan, Kementerian Pendidikan akan melakukan kampanye besar-besaran untuk merekrut guru asing.

Sebagai bagian dari upaya perekrutan, kementerian akan meminta National Taiwan Normal University (NTNU) dan Universitas Nasional Chung Cheng mendirikan pusat konseling untuk memberikan bantuan yang diperlukan kepada guru asing.

Untuk membantu membujuk guru asing tinggal di Taiwan, kata Pan, Kementerian Pendidikan akan memberikan subsidi biaya hidup mereka termasuk penginapan dan transportasi.

Awal tahun ini, kementerian mengumumkan akan mendaftarkan NTNU, Universitas Nasional Cheng Kung dan Universitas Nasional Sun Yat-sen sebagai sekolah prioritas untuk pengajaran bilingual.

Menjadikan Taiwan bilingual pada tahun 2030 adalah kebijakan yang digagas oleh Wakil Presiden Lai Ching-te pada tahun 2018 ketika dia menjabat sebagai perdana menteri.

Pada bulan Juni tahun itu, Lai menetapkan rencana Negara Bilingual 2030 sebagai kebijakan nasional utama.

Pada 2 September, Yuan Eksekutif menyetujui rancangan undang-undang untuk mendirikan pusat pembangunan nasional guna memajukan rencana pemerintah untuk mengembangkan Taiwan menjadi negara bilingual Bahasa China dan Inggris pada 2030.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here