Taiwan rumah pepohonan berusia ribuan tahun

Taiwan rumah pepohonan berusia ribuan tahun
Pohon Taiwan Shan (kiri), cemara merah Taiwan (tengah), dan Yushan Juniper (kanan). (Kuan-Chuan Peng/Peelden-Wikipedia)/Biro Kehutanan Taiwan)

Jakarta (Indonesia Window) – Berada pada zona iklim subtropis, Taiwan yang terbentuk dari pertemuan Lempeng Laut Filipina dan Lempeng Eurasia adalah rumah yang nyaman bagi berbagai jenis pohon raksasa yang bertahan sejak ribuan tahun lalu hingga kini.

Pohon-pohon raksasa yang tingginya hampir 100 meter itu telah menjadi saksi perubahan ekologi bumi dan menjadi aset alam yang berharga di seluruh dunia.

Kehadiran mereka di pegunungan Taiwan juga membuktikan bahwa Amerika Utara dan benua Asia dulunya pernah terhubung pada jutaan tahun yang lampau.

Di pegunungan Taiwan yang tertutup oleh hutan lebat di ketinggian lebih dari 3.000 meter di atas permukaan laut, ada tiga jenis pohon raksasa yang menakjubkan, yakni Taiwan Shan, cemara merah Taiwan, dan Yushan Juniper.

Taiwan Shan

Taiwan Shan adalah pohon tertinggi di Pulau Formosa, mencapai antara 90 hingga 100 meter, atau kira-kira setinggi gedung 33 lantai.

Pohon tersebut adalah salah satu spesies pohon tertinggi di Asia.

Saking tingginya, penduduk asli Rukai Taiwan menyebutnya sebagai “pohon yang menyentuh bulan”, untuk menggambarkan pohon yang menjulang sangat tinggi ini.

Taiwan Shan telah ada di bumi selama lebih dari 100 juta tahun yang lalu, sehingga disebut sebagai fosil hidup.

Genus Taiwan Shan disebut Taiwania, dan merupakan satu-satunya tumbuhan di dunia dengan menggunakan nama Taiwan sebagai nama marga.

Kebanyakan Taiwan Shan di dunia tumbuh di Taiwan, dan sebagian kecil ditemukan di daerah pegunungan di Asia barat daya. Hampir bisa dikatakan pohon ini adalah spesies eksklusif Taiwan.

Taiwania terutama tersebar di daerah pegunungan di Taiwan bagian tengah dan selatan. Di pegunungan Yilan Taiwan ada tiga pohon Taiwania yang tumbuh bersebelahan yang dikenal sebagai Trio Sister.

Cemara merah Taiwan

Cemara merah Taiwan (Taiwan red cypress) juga merupakan tanaman unik Pulau Formosa yang tumbuh subur di pegunungan dengan ketinggian antara 1.800 dan 2.500 meter di atas permukaan laut.

Tinggi pohon cemara merah Taiwan bisa mencapai 60 meter (sekira gedung 20 lantai), dan diameter pokoknya bisa melebihi 6 meter.

Pohon cemara merah tertua yang ditemukan di Taiwan berumur lebih dari empat ribu tahun, sehingga disebut “pohon dewa”.

Spesies pohon dari kelompok pohon dewa Alishan yang terkenal adalah cemara merah Taiwan.

Cemara merah Taiwan merupakan salah satu bahan bangunan dengan kualitas terbaik di dunia, dan aromonya yang wangi dapat dibuat menjadi minyak esensial cemara.

Hanya ada enam atau tujuh spesies tanaman cemara di dunia, yang terutama tersebar di Amerika Utara, Jepang, dan Taiwan.

Cemara merah Taiwan merupakan jenis endemik cemara karena jenis ini tidak ditemukan di daerah lain di dunia.

Yushan Juniper

Puncak tertinggi di Asia Timur adalah puncak utama Gunung Yushan di Taiwan, dengan ketinggian 3.952 meter di atas permukaan laut.

Di lingkungan dataran tinggi yang keras, bersuhu rendah, dan udara yang tipis tersebut, berdiri kokoh sebatang pohon besar yang dikenal dengan nama Yushan Juniper.

Yushan Juniper berasal dari zaman es, sekitar 2,4 juta tahun yang lampau. Spesies ini bermigrasi dari Himalaya Timur dan akhirnya menetap di atas permukaan laut tertinggi di Taiwan, antara 3.200-3.990 meter.

Pohon Yushan Juniper dapat tumbuh hingga lebih dari 35 meter (kira-kira setinggi gedung 12 lantai).

Yushan Juniper di Taiwan berusia antara 2.000 dan 3.000 tahun, dan yang tertua mencapai 4.500 tahun.

Untuk beradaptasi dengan lingkungan yang dingin dan angin kencang di pegunungan Pulau Formosa, bentuk batang Yushan Juniper berkelok-kelok, membentuk karya seni yang elok.

Pohon-pohon raksasa yang mendiami pegunungan Taiwan selama ribuan tahun telah menyaksikan perubahan sejarah bumi dan manusia, memelihara keanekaragaman hayati, serta melindungi alam Pulau Formosa dan kehidupan umat manusia di dalamnya.

Sumber: Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taipei (TETO)

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here