Taiwan janji bantu capai visi APEC 2040

Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (KTT APEC) 2020 digelar secara virtual pada Jumat (20/11/2020) dan menghasilkan dokumen visi 2040 dan Deklarasi Kuala Lumpur. (Sekretariat Kabinet RI)

Jakarta (Indonesia Window) – Taiwan berkomitmen untuk bekerja dengan ekonomi anggota Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) untuk mewujudkan Visi Putrajaya 2040 dan Deklarasi Kuala Lumpur, sebut pernyataan Kantor Kepresidenan Taiwan pada Jumat malam (20/11) dalam laporan Kantor Berita Taiwan (CNA).

Kedua dokumen tersebut dirilis setelah para pemimpin 21 negara anggota APEC berkumpul secara virtual di KTT APEC 2020, yang diselenggarakan oleh Malaysia.

Menurut siaran pers dari Kantor Kepresidenan, Morris Chang, pendiri pembuat chip kontrak Taiwan Semiconductor Manufacturing Co., menghadiri pertemuan tersebut atas nama Presiden Tsai Ing-wen.

Taiwan berjanji akan bekerja dengan semua anggota APEC untuk mencapai visi dan tujuan yang dinyatakan dalam Visi Putrajaya dan Deklarasi Kuala Lumpur.

Menurut Visi 2040, APEC bertujuan untuk mencapai masyarakat Asia Pasifik yang terbuka, dinamis, tangguh, dan damai pada tahun 2040.

Pada saat yang sama, para pemimpin APEC menyatakan dalam Deklarasi Kuala Lumpur tekad mereka untuk memulihkan kawasan dari pandemik COVID-19 dan dampak ekonominya.

Kantor Kepresidenan Taiwan mengatakan Deklarasi Kuala Lumpur menandakan keinginan anggota APEC untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan semangat persatuan mereka di era pasca-COVID-19.

Chang, bersama pejabat terkait lainnya, termasuk Menteri Tanpa Portofolio John Deng dan Kepala Dewan Pembangunan Nasional Kung Ming-hsin akan mengadakan konferensi pers pada Sabtu sore untuk memberikan rincian lebih lanjut tentang partisipasi Taiwan dalam KTT APEC, kata Kantor Kepresidenan.

Forum APEC adalah salah satu dari sedikit platform kolaborasi global di mana Taiwan dapat berpartisipasi, dengan nama Chinese Taipei (China Taipei).

Presiden Taiwan tidak dapat menghadiri KTT APEC karena penentangan dari China, yang mengklaim Taiwan dan daratan adalah bagian dari satu China dan keberatan dengan situasi apa pun yang menunjukkan Taiwan adalah negara berdaulat yang terpisah.

Sementara itu, Presiden Tsai Ing-wen menjelaskan dalam sebuah posting Facebook pada Jumat malam (20/11) bahwa KTT APEC merupakan momen penting bagi Taiwan untuk berjalan menuju dunia.

Pesan itu diposting sebelum KTT APEC dan pertemuan ekonomi lain yang dianggap penting bagi Taiwan, yakbi Dialog Kemitraan Kemakmuran Ekonomi Taiwan-AS. Kedua acara tersebut digelar pada malam yang sama.

Menurut Tsai, partisipasi Taiwan dalam dialog tersebut menunjukkan keinginannya untuk menanggapi perubahan di era pasca pandemi dan untuk memperluas perannya dalam rantai pasokan global.

“Tatanan ekonomi dunia sedang direstrukturisasi. Taiwan perlu bekerja sama tidak hanya dengan AS, tetapi juga mitra penting lainnya untuk memperluas pasar global,” katanya.

“Saya yakin Taiwan dapat unggul dalam persaingan global yang ketat dengan fleksibilitas dan kemampuannya untuk berinovasi,” tambahnya.

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan